Bahaya Mencium Bayi: Risiko Penularan Infeksi yang Harus Diwaspadai
Agenda Nasional - JAKARTA – Kebiasaan mencium bayi sebagai bentuk kasih sayang ternyata dapat meningkatkan risiko penularan infeksi, terutama jika dilakukan oleh orang di luar pengasuh utama. Dokter keluarga berbasis di Inggris, Sermed Mezher, mengingatkan bahwa tindakan sederhana seperti mencium bayi di wajah atau tangan bisa membawa dampak kesehatan serius.
Menurutnya, banyak dokter anak kini mulai merekomendasikan kebijakan “tanpa ciuman” bagi siapa pun selain orang tua atau pengasuh utama untuk melindungi bayi dari infeksi yang tidak terlihat.
Risiko Penularan Virus HSV-1
Salah satu ancaman utama dari kebiasaan mencium bayi adalah penularan virus herpes simpleks tipe 1 (HSV-1), penyebab cold sore. Virus ini sangat menular dan dapat menyebar melalui kontak dekat seperti ciuman atau sentuhan kulit.
Yang perlu diwaspadai, virus HSV-1 tidak selalu menunjukkan gejala. Bahkan tanpa luka lepuh, virus tetap dapat menular melalui fenomena yang disebut asymptomatic shedding, yaitu saat virus keluar melalui kulit tanpa tanda yang jelas.
Artinya, seseorang bisa menyebarkan virus tanpa menyadari bahwa dirinya adalah pembawa.
Dampak Serius pada Bayi
Pada orang dewasa, infeksi HSV-1 umumnya hanya menimbulkan gangguan ringan. Namun pada bayi, terutama bayi baru lahir, infeksi ini bisa berkembang menjadi herpes neonatal, kondisi langka tetapi berpotensi fatal.
Sistem kekebalan bayi yang belum matang membuat virus lebih mudah menyebar ke organ vital, termasuk otak, yang dapat menyebabkan meningitis atau kegagalan organ.
Diperkirakan sekitar dua pertiga populasi dunia membawa virus HSV-1, sering kali tanpa gejala. Karena itu, risiko penularan kepada bayi bisa terjadi bahkan saat seseorang tampak sehat.
Cara Aman Menunjukkan Kasih Sayang
Para ahli menyarankan agar tidak mencium bayi orang lain atau berbagi barang yang bersentuhan dengan mulut, seperti sendok atau botol. Kasih sayang tetap bisa ditunjukkan dengan cara lain yang lebih aman tanpa kontak langsung di area wajah atau tangan.
Langkah sederhana ini penting untuk mencegah infeksi serius pada bayi yang sistem imunnya masih berkembang.




