Jemaah Haji Indonesia Diimbau Fokus pada Ibadah dan Hindari Aktivitas Berisiko
Agenda Nasional - Merahputih.com - Jemaah calon haji Indonesia perlu mewaspadai risiko kelelahan dan aktivitas tambahan di luar agenda utama selama berada di Tanah Suci.
Hal ini menjadi sorotan utama setelah munculnya imbauan resmi terkait keselamatan dan perlindungan fisik jemaah agar pelaksanaan ibadah tetap berjalan lancar dan khusyuk.
Prioritas Keselamatan Pasca-Insiden Madinah
Anggota Komisi VIII DPR RI, Atalia Praratya, menginstruksikan jemaah haji Indonesia agar tetap fokus menjalankan rangkaian ibadah inti. Ia menekankan pentingnya menghindari aktivitas di luar kepentingan haji yang berpotensi memicu kelelahan berlebihan atau risiko fisik lainnya.
Imbauan ini merespons insiden kecelakaan bus yang melibatkan jemaah Indonesia di kawasan Jabal Magnet, Madinah, pada Selasa (28/4).
Meskipun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, Atalia menilai kejadian ini menjadi pengingat bagi seluruh jemaah untuk membatasi pergerakan di luar jadwal resmi. Penanganan medis secara cepat telah diberikan kepada jemaah yang mengalami luka-luka di lokasi kejadian.
“Atas nama Komisi VIII DPR RI, saya menyampaikan keprihatinan atas kecelakaan bus yang menimpa jemaah haji Indonesia di Madinah. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa, dan para jemaah yang terluka telah mendapatkan penanganan medis dengan cepat,” ujar Atalia dalam keterangan tertulisnya, Kamis (30/4).
Implementasi Undang-Undang Penyelenggaraan Haji
Legislator dari Fraksi Partai Golkar ini menegaskan bahwa keselamatan jemaah merupakan amanat konstitusi yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah.
Oleh karena itu, setiap aktivitas harus tetap berada dalam koridor keselamatan demi mendukung kelancaran seluruh rangkaian prosesi di Arab Saudi.
DPR RI juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas gerak cepat Kementerian Haji dan Umrah, Kementerian Luar Negeri, KJRI Jeddah, serta para petugas lapangan.
Sinergi ini memastikan jemaah terdampak mendapatkan pendampingan optimal. Kepatuhan terhadap arahan petugas menjadi kunci utama untuk meminimalkan risiko keamanan selama musim haji berlangsung.




