APJII Sulampua Ajak Pemerintah Tingkatkan Akses Internet di Sulawesi Tenggara
Kendari, 9 Juni 2026 — Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Sulampua berpartisipasi dalam Rapat Koordinasi Pengembangan SDM dan Infrastruktur Digital yang diadakan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara. Kegiatan ini bertujuan untuk membahas pengembangan infrastruktur internet serta peluang kolaborasi antara pemerintah dan industri.
Dalam forum tersebut, Sekretaris BPW APJII Sulampua, Bahtiar, hadir mewakili Ketua BPW APJII Sulampua, Abdul Malik. Ia menyampaikan pandangan industri mengenai perkembangan infrastruktur internet di Sulawesi Tenggara dan pentingnya kerjasama untuk mendukung transformasi digital. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi, Dinas Kominfo Kabupaten/Kota, serta lembaga terkait lainnya.
APJII Sulampua memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara atas upaya pemetaan wilayah blankspot yang telah dilakukan. Data yang dipaparkan menunjukkan bahwa masih terdapat ratusan titik blankspot di berbagai wilayah, yang mencerminkan tantangan dalam pemerataan akses internet. Namun, hal ini juga memberikan peluang bagi kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri untuk mempercepat pembangunan infrastruktur digital.
Dalam paparannya, APJII Sulampua menegaskan kontribusi penting penyelenggara jasa internet dalam pembangunan konektivitas daerah. Mereka berkomitmen untuk mengembangkan jaringan fiber optik, layanan internet rumah (FTTH), dan wireless broadband. Selain itu, layanan internet juga akan difokuskan bagi sektor pendidikan, pemerintahan, UMKM, dan fasilitas pelayanan publik, yang diharapkan dapat mempercepat transformasi digital di daerah tersebut.
Keseluruhan diskusi dalam rapat ini menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah dan industri dalam menghadapi tantangan akses internet di Sulawesi Tenggara. Dengan adanya kolaborasi yang kuat, diharapkan pemerataan akses digital dapat terwujud, sehingga semua lapisan masyarakat dapat menikmati manfaat teknologi informasi. Bagaimana langkah selanjutnya untuk merealisasikan kerjasama ini agar lebih efektif dan terukur?



