Ardiansyah Putra Kembali ke Binjai, Politisi Golkar Berperan Penting
Politisi Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tanjung, bertemu dengan Ardiansyah Putra, seorang warga Binjai yang baru saja dipulangkan dari Kamboja. Pertemuan tersebut berlangsung di Marhaba Cafe, Kota Binjai, pada Sabtu (9/5/2026) dan disertai syukuran keluarga atas kembalinya Ardiansyah ke tanah air.
Ardiansyah Putra, yang sebelumnya ditahan di Phnom Penh, Kamboja, mengalami kesulitan untuk kembali ke Indonesia. Doli, yang juga menjabat Wakil Ketua Baleg DPR RI, merasa bersyukur atas kepulangan Ardiansyah dalam keadaan sehat. Upaya untuk memulangkan Ardiansyah dilakukan oleh Doli dan kader Partai Golkar lainnya yang menjalin komunikasi dengan keluarga Ardiansyah.
Doli menegaskan bahwa tanggung jawab sebagai wakil rakyat bukan hanya sekadar memberikan bantuan, tetapi juga mengupayakan agar warga yang terhambat dalam proses pemulangan dapat segera kembali ke rumah. Ia juga mengungkapkan keprihatinan atas kabar yang menyatakan adanya warga Binjai yang meninggal di Kamboja dan belum dipulangkan karena masalah biaya. Doli berjanji akan melakukan upaya semaksimal mungkin untuk membantu, sesuai dengan kapasitasnya sebagai anggota DPR RI.
Dalam kesempatan tersebut, Doli juga menyinggung masalah penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di Binjai yang belakangan ini menjadi sorotan. Ia menekankan pentingnya pemerintah daerah untuk tidak hanya fokus pada penataan kota, tetapi juga harus memperhatikan dampak sosial dan ekonomi yang dialami oleh pedagang. Menurut Doli, pemerintah perlu menyediakan lokasi relokasi yang layak agar masyarakat tetap dapat berusaha dan mencari nafkah.
Kembalinya Ardiansyah menjadi momen penting yang menggugah kesadaran akan tanggung jawab pemerintah terhadap warganya, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Doli berharap agar pemerintah dapat membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat untuk menghindari konflik di masa mendatang. Tindakan nyata dalam membantu warga yang kesulitan harus menjadi prioritas agar tidak ada lagi cerita serupa di kemudian hari.




