Kekhawatiran Pengembang Custom ROM atas Penutupan Akses Android oleh Google
Agenda Nasional - KOMPAS.com - Android selama ini dikenal sebagai sistem operasi ponsel yang bersifat terbuka berkat keberadaan Android Open Source Project (AOSP).
Melalui proyek open source tersebut, pengembang dapat membangun sistem operasi Android sendiri atau membuat custom ROM untuk berbagai perangkat.
Namun, sejumlah pengembang menilai Android kini mulai bergerak ke arah yang lebih tertutup setelah Google mengubah cara mereka merilis kode sumber Android, terutama untuk perangkat Pixel.
Perubahan ini memicu kekhawatiran di kalangan pengembang custom ROM seperti GrapheneOS, LineageOS, hingga /e/OS.
Dikutip KompasTekno dari OSNews, kini peran AOSP sebagai fondasi pengembangan Android alternatif semakin berkurang.
Apa itu AOSP?
AOSP merupakan proyek open source yang menjadi fondasi sistem operasi Android. Melalui proyek ini, pengembang dapat mengakses kode sumber Android untuk membangun sistem operasi sendiri atau memodifikasinya sesuai kebutuhan.
AOSP dimanfaatkan oleh berbagai proyek custom ROM, seperti GrapheneOS yang berfokus pada privasi dan keamanan, LineageOS yang memungkinkan ponsel lama memperoleh pembaruan Android terbaru, hingga /e/OS yang menawarkan Android tanpa layanan Google.
Selain komunitas pengembang, AOSP juga menjadi dasar sistem operasi yang digunakan produsen smartphone Android.
Samsung mengembangkannya menjadi One UI, Xiaomi menjadi HyperOS, Oppo menjadi ColorOS, Vivo menjadi Funtouch OS, Realme menjadi realme UI, hingga Nothing menjadi Nothing OS.
Google ubah cara merilis Android
Salah satu perubahan yang menjadi sorotan adalah keputusan Google untuk tidak lagi menyertakan device tree dan berkas driver (binary blobs) Pixel dalam rilis AOSP Android 16.
Sebelumnya, berkas-berkas tersebut membantu pengembang membangun sistem operasi Android untuk perangkat Pixel dengan lebih mudah.
Kini, komunitas harus menyusun sendiri berbagai komponen tersebut, sehingga proses pengembangan menjadi lebih rumit dan memakan waktu.
Google sendiri telah mengonfirmasi bahwa AOSP tidak dihentikan. Perusahaan hanya mengubah cara distribusi komponen perangkat tertentu, sehingga proyek AOSP tetap berlanjut.
Dampak ke custom ROM
Perubahan tersebut diperkirakan paling berdampak pada proyek custom ROM yang mengandalkan kode AOSP, seperti GrapheneOS, LineageOS, CalyxOS, maupun distribusi Android lain yang berfokus pada privasi dan keamanan.
Tim GrapheneOS mengakui mereka tetap akan membawa sistem operasinya ke Android 16. Namun, proses porting diperkirakan akan berlangsung lebih lama karena kini harus membangun sendiri dukungan perangkat yang sebelumnya tersedia di AOSP.




