Pertumbuhan Ekonomi Riau Dorong Stabilitas Ekonomi Sumatra 2025
Pekanbaru, InfoPublik – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian wilayah Sumatra pada tahun 2025 tumbuh positif sebesar 4,81 persen, dengan Provinsi Riau menjadi salah satu penyumbang terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) regional.
Kepala BPS Provinsi Riau, Asep Riyadi, menyampaikan bahwa seluruh provinsi di kawasan Sumatra mencatat pertumbuhan ekonomi yang positif sepanjang 2025.
“Secara agregat, pertumbuhan ekonomi di wilayah Sumatra tahun 2025 tumbuh sebesar 4,81 persen. Perekonomian seluruh provinsi di Sumatra mengalami pertumbuhan,” ujar Asep dalam keterangan pers di Kota Pekanbaru pada Kamis (5/2/2026).
Berdasarkan kontribusi terhadap PDRB regional, dua provinsi yakni Sumatera Utara dan Riau menjadi penopang utama ekonomi Sumatra.
“Jika ditinjau berdasarkan kontribusi PDRB dari tiap provinsi di wilayah Sumatra, Sumatera Utara dan Riau memiliki kontribusi tertinggi, masing-masing sebesar 23,54 persen dan 22,88 persen,” jelas Asep.
Provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi pada 2025 adalah Kepulauan Riau (6,94 persen), sedangkan Provinsi Aceh mencatat pertumbuhan terendah, yakni 2,97 persen.
BPS juga melaporkan bahwa ekonomi Provinsi Riau tumbuh sebesar 4,79 persen pada 2025, meningkat dibandingkan capaian tahun 2024 yang tumbuh 3,52 persen.
“Ekonomi Riau tahun 2025 tumbuh sebesar 4,79 persen, membaik dibandingkan capaian tahun sebelumnya,” ujar Asep.
Nilai PDRB Riau atas dasar harga berlaku mencapai Rp1.201,38 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp598,61 triliun.
Pertumbuhan ekonomi Riau tahun 2025 didorong oleh kinerja sektor jasa dan ekspor luar negeri.
“Dari sisi produksi, lapangan usaha jasa lainnya mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 11,41 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, komponen ekspor luar negeri tumbuh 11,86 persen,” jelas Asep.
Selain itu, ekonomi Riau pada triwulan IV-2025 juga tumbuh 4,94 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didukung oleh lapangan usaha jasa keuangan dan asuransi yang mencatat peningkatan tertinggi sebesar 17,49 persen, serta pengeluaran konsumsi rumah tangga yang naik 4,59 persen.
Jika dibandingkan triwulan sebelumnya, ekonomi Riau tetap tumbuh meski terbatas sebesar 0,12 persen.
Struktur ekonomi Riau tahun 2025 masih didominasi oleh tiga sektor utama yang berkontribusi besar terhadap PDRB.
“Struktur PDRB Riau atas dasar harga berlaku didominasi oleh sektor industri pengolahan sebesar 29,83 persen, diikuti sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 28,19 persen, serta sektor pertambangan dan penggalian sebesar 16,10 persen,” rinci Asep.
BPS menilai kontribusi besar Riau dalam struktur ekonomi Sumatra menunjukkan posisi strategis provinsi ini sebagai motor penggerak pertumbuhan kawasan, terutama melalui sektor industri, pertanian, dan perdagangan yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
Kinerja ekonomi yang positif menunjukkan bahwa Riau memiliki ketahanan ekonomi yang kuat meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan global.
Dengan kontribusi yang signifikan terhadap PDRB Sumatra, Riau dinilai berperan penting dalam mendukung stabilitas dan pemerataan pertumbuhan ekonomi regional di luar Pulau Jawa.




