Prof. Rusman Ghazali: Keberhasilan Prabowonomics Bergantung pada Reformasi Politik dan Tata Kelola Negara
Agenda Nasional - Prof. Drs. Rusman Ghazali, M.Si., Ph.D., pakar kebijakan publik, menyatakan bahwa keberhasilan agenda pembangunan ekonomi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tidak hanya bergantung pada kualitas program ekonomi, tetapi juga memerlukan reformasi politik dan tata kelola pemerintahan yang kuat. Tanpa dukungan politik yang solid, kebijakan ekonomi akan sulit mencapai tujuan yang diharapkan.
Awal Kejadian
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Prof. Rusman saat menjadi pembicara dalam Seminar Series Program Studi Doktor Ilmu Politik di Universitas Nasional (UNAS), dengan tema "Konflik Geopolitik dan Ancaman Krisis Politik Pemerintahan Prabowo". Dalam seminar ini, ia menjelaskan bahwa penyelenggaraan negara dipengaruhi oleh ideologi, kemakmuran, dan survival negara.
Perkembangan
Prof. Rusman menekankan pentingnya fondasi ideologis yang kuat, seperti Pancasila, serta arah pembangunan ekonomi yang tertera dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945. Tantangan utama yang dihadapi Indonesia adalah bagaimana bertahan dan bersaing dalam dinamika geopolitik global yang semakin kompleks. Ia mengemukakan perlunya evaluasi terhadap ukuran kemiskinan nasional agar kebijakan pembangunan lebih tepat sasaran.
Lebih lanjut, ia menyoroti pengelolaan sumber daya alam Indonesia yang belum optimal dalam memberikan manfaat bagi negara. Prof. Rusman menilai ukuran keberhasilan pembangunan tidak hanya terletak pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus mencerminkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam konsep Prabowonomics, Prof. Rusman menjelaskan bahwa pendekatan ini berupaya menggabungkan kapitalisme dengan nilai-nilai sosial melalui program-program pemerintah. Namun, keberhasilan konsep ini sangat tergantung pada fondasi politik yang kuat, yang ia sebut sebagai Prabowopolitics. Ia menekankan perlunya dukungan kelembagaan dan tata kelola pemerintahan yang efektif untuk memastikan kebijakan berjalan optimal.
Kondisi Terakhir
Menutup paparannya, Prof. Rusman mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan memerlukan keberanian untuk melakukan pembenahan birokrasi dan evaluasi terhadap regulasi yang ada. Ia menekankan pentingnya konsolidasi politik dan dialog antar berbagai pandangan untuk mencapai kesepahaman dalam arah pembangunan Indonesia ke depan. Selain itu, ia mengapresiasi semangat pemerintah dalam melakukan transformasi ekonomi, namun menegaskan bahwa dukungan tata kelola yang efektif dan regulasi yang berpihak pada kepentingan publik sangat diperlukan.




