Ahmad Doli Kurnia Tandjung Soroti Buku 'Musyawarah' untuk Legislasi yang Lebih Baik
Jakarta menjadi saksi peluncuran buku berjudul 'Musyawarah (Syura): Politik Hukum Pembentukan Perundang-undangan yang Dikehendaki Publik' karya Prof. Dr. Bambang Saputra, S.H., S.H.I., M.H.I. dalam acara bedah buku yang berlangsung di Kafe Buntu pada Sabtu, 4 Juli 2026. Acara ini dihadiri oleh berbagai kalangan, termasuk akademisi dan praktisi hukum.
Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI, Dr. Ahmad Doli Kurnia Tandjung, memberikan sambutan dalam acara tersebut. Ia mengungkapkan rasa terima kasih kepada penyelenggara dan penulis atas kontribusi buku ini yang dianggap penting dalam pengembangan sistem hukum di Indonesia.
Doli Kurnia menilai buku ini tidak hanya sebagai kajian akademik tetapi juga sebagai kritik konstruktif terhadap proses pembentukan undang-undang di Indonesia. Menurutnya, substansi buku sangat relevan untuk menjadi bahan refleksi bagi para pembentuk undang-undang dan pemangku kepentingan dalam sistem legislasi nasional. 'Buku ini sangat bagus dan menjadi kritik bagi kita semua', ujarnya, menekankan perlunya evaluasi terhadap praktik legislasi yang ada.
Dalam pengamatannya, Doli menegaskan pentingnya amandemen UUD 1945 sebagai langkah evaluasi dan penyempurnaan sistem ketatanegaraan. Ia menyatakan, 'Dengan mengedepankan kata Musyawarah, seharusnya buku ini menjadi entry point untuk kita mengelaborasi lebih dalam sila ke-4 Pancasila dan membangun konstruksi baru sistem ketatanegaraan, sistem politik dan demokrasi ala Indonesia'.
Di akhir sambutannya, Doli berharap buku ini dapat memberikan manfaat yang luas bagi akademisi, legislator, dan masyarakat umum dalam mendorong terwujudnya pembentukan peraturan perundang-undangan yang lebih partisipatif dan sesuai dengan kehendak publik. Harapannya, buku ini bisa menjadi alat untuk mendorong perubahan positif dalam sistem legislasi Indonesia.




