PRPP Jateng Hadapi Kerugian Kumulatif Rp 21 Miliar, Upaya Pembenahan Dijalankan
Sumber Foto: Tribunbanyumas.com
Hiburan

PRPP Jateng Hadapi Kerugian Kumulatif Rp 21 Miliar, Upaya Pembenahan Dijalankan

Agenda Nasional - TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG -PT Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP) Jateng kini sedang melakukan pembenahan untuk menutup kerugian sebesar Rp21 miliar.

Kerugian perusahaan milik Pemprov Jateng itu terus menggelembung karena setiap tahunnya merugi hingga Rp1 miliar.

Dari kondisi itu, gubernur Jateng Ahmad Luthfi sempat mewacanakan perusahaan ini ditutup.

Namun, pihaknya enggan melakukannya karena melihat PRPP yang masih cukup potensial untuk dikembangkan.

Direktur PRPP Jateng, Heri Kristanto menyebut, PRPP Jateng masih memiliki angka kerugian sebesar Rp21 miliar. Tetapi, angka kerugian itu sudah terjadi jauh sejak dirinya duduk sebagai pentolan perusahaan itu pada Oktober 2024.

"Angka kerugian itu kumulatif jauh sebelum saya datang ke PRPP Oktober 2024, kerugian turun temurun. Maka, kami datang untuk menyehatkan PRPP ini," katanya kepada Tribun, Selasa (7/7/2026).

Ia mengungkap, angka kerugian tersebut bukan berasal dari kerugian operasional melainkan kerugian penyusutan aset.

Menurutnya, kerugian terjadi karena pendapatan PRPP tidak bisa menutupi biaya penyusutan aset yang mencapai Rp1 miliar lebih pertahun.

Angka penyusutan aset sebesar itu karena PRPP memiliki banyak sekali gedung yang berdiri di seluas lahan yang mencapai sekitar 40 Hektare.

"Beliau (Gubernur) bilang merugi, iya betul merugi. Tetapi meruginya dari penyusutan aset di atas lahan 40 hektare yang penyusutannya Rp1 miliar lebih per tahun, sedangkan pendapatan kami tidak mencukupi untuk menutupi itu," paparnya.

Sebaliknya, menyoal biaya operasional, menurut Heri pendapatan PRPP saat ini masih bisa untuk menutupi biaya tersebut. Ketika disinggung pendapatan PRPP pertahunnya, ia enggan membeberkan dengan alasan perlu membuka buku catatan.

"Kalau pendapatan per tahun itu persisnya saya lupa ya. Harus buka buku lagi, yang jelas pendapatan itu cukup untuk biaya operasional tetapi belum bisa memberikan dividen (keuntungan)," paparnya.

Unit Bisnis PT. PRPP sendiri ada tujuh meliputi Grand Maerakaca tempat wisata berupa "Taman Mini" Jawa Tengah yang menampilkan anjungan rumah adat dari 35 kabupaten/kota.

Berikutnya, KSO Digital MICE venue International, Manufacture Supplier, PCO/PEP atau penyelenggara pameran, Destination Management, Digital Tourism Platform, LPK JTTC (Jateng Tourism Training Center).