Balikpapan Berhasil Raih Juara Dua Nasional dalam Pengelolaan Sampah
Sumber Foto: BeritaKaltim.Co
Nasional

Balikpapan Berhasil Raih Juara Dua Nasional dalam Pengelolaan Sampah

Share

BERITAKALTIM.CO-Pemerintah Kota (Pemerintah) Balikpapan terus melangkah maju, dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Infrastruktur kian lengkap, regulasi telah tersedia, bahkan prestasi nasional berhasil diraih. Namun di balik semua capaian itu, perubahan perilaku masyarakat dalam memilah sampah dari sumbernya menjadi tantangan besar.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, menyebut secara sistem, pengelolaan sampah di Balikpapan sudah menunjukkan kemajuan signifikan. Salah satunya melalui pengembangan Bank Sampah Induk (BSI) di setiap kecamatan.

“Dulu BSI hanya satu atau dua. Sekarang sudah ada enam unit dan tersebar di seluruh kecamatan. Ini menunjukkan kesiapan infrastruktur kita semakin baik,” ujar Sudirman, pada hari Sabtu, 7 Februari 2026.

Penguatan sistem tersebut menjadi bagian dari strategi mengurangi beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Namun, Sudirman menegaskan keberhasilan pengelolaan sampah sangat ditentukan oleh peran masyarakat sebagai penghasil sampah utama.

“Perubahan sistem bisa cepat, tapi perubahan perilaku tidak bisa instan. Sampah berasal dari rumah tangga, sehingga kesadaran memilah sampah dari sumbernya menjadi kunci utama,” tegasnya.

Ia menjelaskan, tanpa kebiasaan memilah sampah, seluruh fasilitas yang telah dibangun berpotensi tidak bekerja secara optimal. Persoalan sampah, menurutnya, bukan hanya urusan pengangkutan dan pengolahan di TPA, melainkan dimulai dari dapur dan halaman rumah warga.

Dari sisi regulasi, Balikpapan dinilai telah memiliki landasan yang kuat. Pemerintah kota telah menetapkan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2022 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga, termasuk pengaturan sanksi bagi pelanggar. “Aturannya sudah jelas. Tantangannya sekarang adalah konsistensi penerapan dan pengawasan di lapangan,” kata Sudirman.

Upaya pembenahan tersebut turut membuahkan pengakuan nasional. Dalam penilaian pengelolaan sampah yang dilakukan Kementerian PUPR pada peringatan Hari Bakti ke-80, Balikpapan meraih peringkat kedua nasional kategori kota. Posisi pertama ditempati Surabaya dan peringkat ketiga Malang.

Atas capaian itu, Balikpapan berhak menerima bantuan peralatan pengelolaan sampah dari Kementerian PU senilai sekitar Rp5 miliar, termasuk satu unit ekskavator untuk mendukung operasional di TPA. “Sekarang masih proses administrasi. Nanti akan ada penyerahan di Jakarta disertai surat kesiapan operasional dari Wali Kota,” jelasnya.

Meski telah meraih predikat Adipura dengan nilai 75,09, Balikpapan masih menghadapi jalan panjang untuk meraih Adipura Kencana. Salah satu syarat utama adalah pengurangan sampah hingga 50 persen serta memastikan sampah yang masuk ke TPA hanyalah residu yang tidak dapat diolah kembali.

“Ini pekerjaan jangka panjang. Tidak bisa hanya mengandalkan DLH. Semua pihak harus terlibat, mulai dari kecamatan, kelurahan, RT, hingga sektor swasta melalui CSR,” ujarnya.

Sebagai langkah lanjutan, DLH Balikpapan menyiapkan Kampung Bungas sebagai kawasan percontohan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Model ini diharapkan dapat direplikasi di wilayah lain, sehingga pengurangan sampah benar-benar dimulai dari lingkungan warga terlebih dulu.

Dengan begitu, warga akan terbiasa dan menjadikan kebiasaan dalam melakukan pengelolaan sampah di rumah masing-masing.

NIKEN | WONG

pengelolaan sampah balikpapan

284

Share

Redaksi 33272 posts 3 comments

Prev Post

Paul Munster sangat tak terima Borneo bisa cetak dua gol mudah

Next Post

Balikpapan Tambah Ruang Aman Anak, Taman RBRA Ceria Resmi Dibuka