Dosen UMJ Perkuat Sinergi Akademik dan Praktik Wakaf di Rakernas ANI
Sumber Foto: Universitas Muhammadiyah Jakarta - UMJ
Nasional

Dosen UMJ Perkuat Sinergi Akademik dan Praktik Wakaf di Rakernas ANI

Kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Asosiasi Nazhir Indonesia (ANI) yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Minggu (15/2/25).(Foto : dok. Pribadi)

44

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Jakarta, Dr. Jaharuddin, M.E., mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Asosiasi Nazhir Indonesia (ANI) yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Minggu (15/2/25).

Dalam Rakernas tersebut, Jaharuddin dipercaya sebagai salah satu pengurus inti pada Divisi Riset dan Ekonomi Wakaf ANI. Posisi ini bukan sekadar struktural, tetapi strategis. Ia terlibat langsung dalam perumusan arah kebijakan, penguatan riset wakaf, serta pengembangan ekonomi wakaf produktif sebagai bagian dari implementasi keilmuan ekonomi Islam di level nasional.

Baca Juga : IKALUM FEB UMJ Salurkan Bantuan Ramadhan untuk Masyarakat di Tangerang Selatan dan Bogor

Sebagai akademisi di lingkungan UMJ, Jaharuddin menegaskan bahwa kampus tidak boleh menjadi “menara gading” yang jauh dari denyut nadi masyarakat. Ilmu ekonomi wakaf harus diuji, diterapkan, dan disempurnakan dalam praktik nyata pengelolaan wakaf di lapangan.

Menurutnya, keterlibatan langsung dalam organisasi profesi nazhir memberikan kesempatan bagi akademisi untuk memahami secara riil tantangan pengelolaan wakaf, mulai dari tata kelola, kapasitas SDM, regulasi, hingga model ekonomi produktif yang berkelanjutan.

“Kenapa kami aktif sebagai nazhir profesional, bukan karena lembaga, bukan karena ANI, apalagi cuma sebagai pekerjaan. Kami aktif sebagai nazhir, karena pahala jariyah akan mengalir ke kami, walaupun saat itu kami sudah tidak bisa beramal lagi.” ujarnya.

Motivasi tersebut menjadi fondasi moral sekaligus etis dalam mengembangkan riset dan kebijakan wakaf. Bagi Jaharuddin, penguatan wakaf tidak hanya soal manajemen aset, tetapi juga soal keberlanjutan nilai dan kebermanfaatan jangka panjang bagi umat.

Dalam Rakernas ANI, salah satu agenda strategis yang ditegaskan adalah penguatan riset dan ekonomi wakaf sebagai basis pengambilan kebijakan. Divisi Riset dan Ekonomi Wakaf yang turut diperkuat dalam forum tersebut diharapkan mampu menghadirkan kajian mendalam, berbasis data, dan aplikatif, sehingga kebijakan wakaf nasional tidak hanya normatif, tetapi implementatif.

Keterlibatan Jaharuddin juga menunjukkan sinergi antara dunia akademik dan dunia praktik. Pengalaman empiris di lapangan memperkaya perspektif keilmuan, sementara kedalaman teori dan metodologi akademik memperkuat kualitas kebijakan organisasi.

Langkah ANI membentuk Sekolah Wakaf bernama Indonesian Nazhir Academy juga menjadi ruang kontribusi akademisi. Kampus dan organisasi profesi dapat berkolaborasi dalam pengembangan kurikulum, penelitian terapan, serta standarisasi kompetensi nazhir berbasis ilmu yang sistematis.

Bagi UMJ, partisipasi aktif dosennya dalam struktur nasional wakaf menjadi bukti bahwa universitas berperan dalam pembangunan ekonomi umat. Keilmuan ekonomi Islam yang dikembangkan di ruang akademik menemukan relevansinya dalam praktik kelembagaan dan kebijakan nyata.

Keterlibatan ini menegaskan bahwa akademisi sejati tidak hanya menghasilkan publikasi, tetapi juga menghadirkan solusi. Ilmu yang mendalam dan tajam harus berdampak. Wakaf, sebagai instrumen ekonomi umat, membutuhkan sentuhan keilmuan sekaligus komitmen moral.

Dengan kontribusi nyata para pakar ekonomi wakaf seperti Jaharuddin, jembatan antara dunia akademisi dan realitas wakaf nasional semakin kokoh. Dari kampus menuju praktik, dari teori menuju implementasi, dari keilmuan menuju kebermanfaatan umat.

Editor : Dian Fauzalia

Related Images: