Elon Musk Klaim WhatsApp Tidak Aman, Bos WhatsApp Tanggapi Keras
Sumber Foto: Kompas.com
Teknologi

Elon Musk Klaim WhatsApp Tidak Aman, Bos WhatsApp Tanggapi Keras

KOMPAS.com - Elon Musk, konglomerat sekaligus pemilik X Corp (perusahaan yang menaungi X/Twitter), menyebut bahwa WhatsApp (WA) tidak aman.

Tudingan itu dikatakan Musk di X, saat mengutip (quote) sebuah posting soal ringkasan berita terkait WhatsApp.

Posting tersebut melampirkan tangkapan layar dari situs outlet media Bloomberg, dengan judul "Lawsuit Claims Meta Can See WhatsApp Chats in Breach of Privacy" (Sebuah Gugatan Klaim Meta Bisa Melihat Isi Chat dalam Pelanggaran Data Pribadi).

"WhatsApp enggak aman. Bahkan Signal sekalipun dipertanyakan (keamanannya). Pakai X Chat," kata Musk.

Signal yang ia maksud adalah aplikasi perpesanan pesaing WhatsApp, yang konon menawarkan keamanan privasi lebih unggul.

Musk juga memanfaatkan postingnya itu untuk mempromosikan X Chat, yakni fitur percakapan (chatting) di platform X, yang menggantikan sistem pesan langsung (direct message /DM).

Hingga saat ini, X Chat memang belum sepopuler Signal apalagi WhatsApp. Posting Musk tersebut langsung menarik perhatian Will Cathcart, Head of WhatsApp.

Bos WA itu langsung memberikan "ulti" -meminjam istilah gaul saat ini- yang berarti menjatuhkan argumen pamungkas yang sulit terbantahkan.

"(Tuduhan) ini teramat sangat salah. WhatsApp tak bisa membaca pesan karena kunci enckripsi disimpan (stored) di ponsel Anda, dan kami tidak punya akses untuk membukanya," bantah Cathcart atas tudingan Musk.

"Ini adalah gugatan yang tidak memiliki dasar kuat dan hanya ingin mendapat sorotan media, diajukan oleh perusahaan yang sama yang pernah membela NSO, setelah spyware mereka digunakan untuk menyerang jurnalis dan pejabat pemerintah," imbuh Cathcart.

Lihat Foto

NSO atau NSO Group yang disinggung Cathcart adalah perusahaan siber asal Israel. Perusahaan ini dikenal sebagai pembuat sypware Pegasus, malware yang sempat bikin heboh karena diduga memata-matai jurnalis, aktivis, tokoh publik, hingga pejabat dunia.

Tahun 2019 lalu, WhatsApp mengeklaim bahwa mereka menemukan spyware Pegasus mengeksploitasi sistem video call mereka.

Meta, selaku induk WhatsApp pun langsung melayangkan gugatan ke NSO Group. Gugatan ini dikabulkan pengadilan federal Amerika Serikat November 2025.

WhatsApp digugat

Adapun berita yang ditanggapi Musk, memang ramai belakangan. Beberapa hari lalu, sekelompok penggugat mengajukan tuntutan terhadap Meta Platform, Inc. yang menginduki WhatsApp.