Gerakan Mahasiswa dan Pengaruh FOMO: Kepedulian Sosial atau Pencitraan?
Agenda Nasional - Gerakan mahasiswa saat ini dihadapkan pada tantangan budaya Fear of Missing Out (FOMO), yang mempengaruhi motivasi mereka dalam beraktivitas sosial dan politik.
Awal Kejadian
Sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga Reformasi 1998, mahasiswa telah dikenal sebagai kekuatan sosial dan moral. Mereka berfungsi sebagai agen perubahan, pengontrol sosial, dan pendorong nilai-nilai moral di masyarakat. Namun, dengan munculnya media sosial, dinamika gerakan mahasiswa mengalami perubahan signifikan.
Perkembangan
FOMO, yang ditandai oleh ketakutan tertinggal dari orang lain, kini merambah dunia aktivisme mahasiswa. Banyak mahasiswa yang terlibat dalam diskusi, demonstrasi, dan kegiatan sosial bukan hanya karena panggilan nurani, tetapi juga karena kekhawatiran untuk dianggap tidak peduli atau untuk memperoleh eksistensi di media sosial. Media sosial memungkinkan penyebaran informasi dan isu-isu publik dengan cepat, tetapi juga dapat mengalihkan fokus dari substansi perjuangan menuju dokumentasi aksi.
Kondisi Terakhir
Pertanyaan yang muncul adalah apakah gerakan mahasiswa masih berlandaskan pada kesadaran intelektual atau justru terdorong oleh keinginan untuk tampil aktif di dunia digital. Dalam konteks ini, kader PMII mengingatkan pentingnya niat ibadah dan keikhlasan dalam setiap gerakan, serta menekankan bahwa perjuangan sejati tidak diukur dari seberapa viral aksi di media sosial, melainkan dari manfaat yang dihasilkan untuk masyarakat.




