Indonesia Pimpin ASEAN Smart Cities, Angkat Isu Pengelolaan Sampah
Agenda Nasional - Indonesia memimpin pembahasan pengembangan kota cerdas dalam The 9th ASEAN Smart Cities Network (ASCN) Annual Meeting dengan mengangkat isu pengelolaan sampah berkelanjutan sebagai agenda utama.
Awal Kejadian
Pertemuan tahunan ASCN yang seharusnya berlangsung di Filipina, diadakan secara daring oleh Pemerintah Filipina sebagai Ketua ASCN 2026, mempertimbangkan situasi terkini di kawasan. Banyuwangi ditunjuk sebagai pusat pelaksanaan delegasi Indonesia.
Perkembangan
Dalam forum ini, Indonesia memaparkan perkembangan 18 proyek Smart City yang melibatkan enam kota anggota ASCN, yaitu DKI Jakarta, Banyuwangi, Makassar, Sumedang, Semarang, dan Denpasar. Menurut Dirjen Bina Adwil, Safrizal ZA, kontribusi Indonesia mencapai sekitar 13,4 persen dari total 134 proyek ASCN di kawasan ASEAN. Proyek-proyek tersebut meliputi digitalisasi pelayanan publik, penguatan ekonomi lokal, mobilitas perkotaan, pelayanan kesehatan berbasis teknologi, serta pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Indonesia juga memperkenalkan Kota Semarang dan Kota Denpasar sebagai anggota baru ASCN, sehingga total kota Indonesia dalam jaringan ini menjadi enam. Penambahan anggota ini dianggap sebagai indikasi meningkatnya kepercayaan ASEAN terhadap komitmen Indonesia dalam pengembangan kota cerdas.
Kondisi Terakhir
Safrizal ZA, yang juga menjabat sebagai National Representative dan Shepherd ASCN, memperkenalkan pendekatan pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir, dengan mengedepankan partisipasi masyarakat. Pendekatan ini melalui Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, serta percepatan pembangunan fasilitas Waste-to-Energy (WTE) di berbagai daerah. Seluruh anggota ASCN diundang untuk menghadiri Indonesia International Smart City Expo and Forum (IISMEX) 2026 yang akan diselenggarakan pada 11-13 Agustus 2026 di Jakarta, yang juga akan mencakup forum mengenai Waste-to-Energy.




