Isu Regional Jadi Agenda Utama Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN di Manila
Sumber Foto: EGINDO
Agenda Utama

Isu Regional Jadi Agenda Utama Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN di Manila

Agenda Nasional - Krisis regional diperkirakan akan mendominasi diskusi dalam pertemuan para menteri luar negeri ASEAN di Manila. Isu yang menjadi sorotan antara lain keamanan energi dan pangan, krisis di Myanmar, serta ketegangan di Laut Cina Selatan.

Keamanan Energi

Di KTT ASEAN bulan Mei di Cebu, konflik di Timur Tengah mengakibatkan kekurangan bahan bakar dan kenaikan harga minyak. Meskipun demikian, Asia Tenggara dianggap berhasil mengelola situasi tersebut dengan mengurangi ketergantungan pada pemasok individu dan mendiversifikasi mitra energi. Namun, langkah-langkah ini dinilai belum cukup untuk memastikan keamanan energi jangka panjang tanpa adanya transisi yang lebih cepat menuju energi terbarukan.

Ketahanan Pangan

Masalah ketahanan pangan menjadi perhatian utama, di mana perubahan iklim mengancam produksi pertanian melalui cuaca ekstrem. Gangguan pasokan pupuk akibat konflik di Selat Hormuz juga menambah tekanan pada produksi pangan. Dampak saat ini tidak terlihat karena ketergantungan pada hasil panen sebelumnya dan impor makanan dari berbagai pasar.

Myanmar

Krisis di Myanmar diperkirakan akan menjadi topik utama, terutama setelah pertemuan antara Menteri Luar Negeri Myanmar dan para menteri luar negeri ASEAN di Bangkok. Meskipun pertemuan tersebut digambarkan sebagai langkah menuju normalisasi, beberapa negara anggota ASEAN menegaskan bahwa keterlibatan tersebut tidak boleh diartikan sebagai pengakuan. Posisi resmi ASEAN tetap bahwa pemimpin Myanmar tidak diperbolehkan menghadiri pertemuan tingkat tinggi sampai ada kemajuan dalam implementasi rencana perdamaian.

Laut China Selatan

Pertemuan ini juga akan membahas ketegangan di Laut China Selatan, dengan fokus pada klaim wilayah yang diperebutkan. ASEAN dan Tiongkok berkomitmen untuk menegosiasikan kode etik yang efektif untuk jalur perairan ini, dengan harapan mencapai kemajuan tahun ini. Beberapa menteri luar negeri dari negara-negara besar juga diperkirakan akan hadir dalam pertemuan ini.