Muhammadiyah Tingkatkan Ekonomi Inklusif Melalui Sinergi Strategis
Sumber Foto: Muhammadiyah
Ekonomi

Muhammadiyah Tingkatkan Ekonomi Inklusif Melalui Sinergi Strategis

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA — Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Majelis Ekonomi dan Bisnis Pimpinan Pusat (MEB PP) Muhammadiyah resmi ditutup dengan peneguhan komitmen untuk mengokohkan pilar ekonomi Muhammadiyah melalui program dan sinergi strategis yang berlandaskan teologi Al-Ma’un yang inklusif.

Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua MEB PP Muhammadiyah, Muhammad Zaenal Fattah, menegaskan bahwa gerakan ekonomi Muhammadiyah dijalankan dalam satu tarikan napas yang sama, berangkat dari semangat inklusivitas Al-Ma’un yang menyasar berbagai lapisan masyarakat.

“Ekonomi Muhammadiyah itu bergerak dalam satu tarikan napas. Kami memulainya dengan semangat Al-Ma’un. Intinya adalah semangat inklusi yang menyasar para pedagang, petani, guru, karyawan, hingga para aktivis,” ujar Fattah pada hari kedua Rakornas, Jumat (6/2).

Dengan jejaring luas yang dimiliki Muhammadiyah. Mulai dari pemerintah, para saudagar, jaringan usaha mikro, hingga komunitas ekonomi lainnya, Fattah menyampaikan bahwa MEB PP Muhammadiyah berkomitmen untuk terus melakukan lompatan strategis dengan membangun ekosistem ekonomi yang terintegrasi.

“Kami ingin melompat dengan semangat Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, yaitu melakukan eskalasi. Setelah para pedagang mendapatkan akses permodalan, kami tidak ingin melepas mereka. Justru kami ingin terus mewadahi mereka dalam ekosistem agregasi,” jelasnya.

Menurut Fattah, pendekatan tersebut menjadi jalan transformasi dari aktivitas ekonomi yang bersifat konvensional menuju aktivitas kolektif yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih besar dan berkelanjutan.

“Melompat bukan sekadar untuk bertahan hidup (survival), tetapi menuju corporate economy yang di dalamnya tetap terkandung dan digerakkan oleh semangat Al-Ma’un,” imbuhnya.

Rakornas MEB PP Muhammadiyah ini juga dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto, yang mengisi rangkaian acara Indonesia Economic Outlook 2026 yang dikemas dalam diskusi publik yang bertajuk “Dialog Menko Perekonomian dengan Warga Muhammadiyah.”

Dalam dialog tersebut, gerakan ekonomi Muhammadiyah yang berporos pada ekonomi inklusif memperoleh apresiasi langsung dari Menko Perekonomian. Menurutnya, kontribusi Muhammadiyah dalam membangun ekonomi berbasis pemberdayaan umat sejalan dengan upaya pemerintah dalam mewujudkan perekonomian nasional yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Saat menutup diskusi, Airlangga mengajak Muhammadiyah untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam membangun perekonomian bangsa.

“Mari bersinergi membangun bangsa. Muhammadiyah Maju, Ekonomi Paten!” pungkas Airlangga. (Bhisma)