Pertumbuhan Ekonomi Jateng Capai 5,37% di Triwulan IV 2025, Kemiskinan Turun
UANG
Pertumbuhan Ekonomi Jateng pada Triwulan IV 2025 mencapai 5,37 persen, melampaui capaian nasional dan menempatkannya di posisi kedua Pulau Jawa, sekaligus menekan angka kemiskinan secara signifikan.
pertumbuhan ekonomi
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengumumkan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah tersebut mencapai 5,37 persen (year on year) pada triwulan IV 2025. Capaian ini memosisikan Jawa Tengah di atas rata-rata pertumbuhan nasional yang berada di angka 5,11 persen. Prestasi ini menunjukkan dinamika ekonomi yang kuat di provinsi tersebut.
Angka pertumbuhan ini menempatkan Jawa Tengah sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Pulau Jawa. Capaian tersebut bukan hanya sekadar angka makro. Pertumbuhan ekonomi ini juga berimplikasi positif terhadap kesejahteraan masyarakat.
Penurunan angka kemiskinan menjadi bukti nyata dari dampak positif tersebut. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen menjaga momentum pertumbuhan ini. Fokusnya adalah pada program yang menyentuh masyarakat bawah.
Capaian Ekonomi Jawa Tengah di Atas Rata-rata Nasional
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Jateng pada triwulan IV 2025 mencapai 5,37 persen secara year on year. Angka ini melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,11 persen. Prestasi ini menempatkan Jawa Tengah sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Pulau Jawa.
Gus Yasin, sapaan akrabnya, menekankan bahwa pertumbuhan ini bukan hanya data statistik. Capaian tersebut terbukti berimplikasi positif terhadap kesejahteraan masyarakat. Hal ini terlihat dari penurunan angka kemiskinan yang signifikan di wilayah tersebut.
Ia juga menyatakan pentingnya untuk terus meningkatkan capaian ini. Momentum pertumbuhan ekonomi yang berada di atas nasional harus dijaga. Fokusnya adalah mengarahkan program-program yang langsung menyentuh masyarakat bawah.
ADVERTISEMENT
Penurunan Angka Kemiskinan dan Peningkatan Kesejahteraan
Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, mengungkapkan bahwa angka kemiskinan di Jateng berhasil ditekan. Dari 9,48 persen pada Maret 2025, angka ini turun menjadi 9,39 persen pada September 2025. Jumlah penduduk miskin pada September 2025 sebanyak 3,34 juta orang. Angka ini turun 21,87 ribu orang dibanding Maret 2025. Bahkan, turun 51,52 ribu orang dibanding September 2024.
Sumarno menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi Jateng bersifat inklusif. Hal ini didukung oleh gini ratio di angka 0,350. Angka tersebut mengindikasikan bahwa ketimpangan pendapatan antar penduduk semakin menyempit. Ini menunjukkan pemerataan hasil pembangunan ekonomi di seluruh lapisan masyarakat.
Peningkatan ekonomi juga tercermin dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita masyarakat Jateng. PDRB per kapita kini mencapai Rp50,82 juta. Angka ini naik 5,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Ini merupakan indikator kuat dari peningkatan pendapatan rata-rata penduduk.
ADVERTISEMENT
Tantangan dan Upaya Peningkatan Kualitas Hidup
Meskipun capaian ekonomi positif, Pemerintah Provinsi Jateng menyadari adanya pekerjaan rumah. Salah satunya adalah pada sektor Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Saat ini, IPM Jawa Tengah berada di angka 74,77.
Sumarno menyebutkan bahwa IPM Jateng masih berada di rata-rata nasional. Oleh karena itu, upaya peningkatan harus terus diupayakan. Di sisi lain, tingkat pengangguran terbuka berhasil dijaga pada angka 4,32 persen per November 2025. Ini merupakan indikator positif dalam menjaga stabilitas pasar kerja di tengah pertumbuhan ekonomi.
Pemerintah Provinsi Jateng berkomitmen untuk memmasifkan penurunan angka kemiskinan. Anggaran akan diarahkan untuk program-program tersebut. Termasuk memberikan akses pendidikan yang lebih baik bagi kelompok disabilitas. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas hidup mereka secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews
ADVERTISEMENT




