Politani Kupang Kukuhkan Dua Guru Besar, Bahas Rabies dan Perhutanan Sosial
Agenda Nasional - Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Kupang, Nusa Tenggara Timur, mengukuhkan dua dosen menjadi guru besar, yaitu Ewaldus Wera dan Fransiskus Xaverius Dato. Acara pengukuhan berlangsung di aula student center Politani Kupang.
Awal Kejadian
Ewaldus Wera, dosen jurusan peternakan, diangkat sebagai guru besar dengan fokus pada epidemiologi dan ekonomi veteriner. Fransiskus Xaverius Dato, dosen jurusan kehutanan, diangkat dengan kepakaran dalam bidang kehutanan sosial.
Perkembangan
Dalam orasi ilmiah, Ewaldus menekankan pentingnya pendekatan One Health dalam penanganan rabies, yang melibatkan integrasi kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan. Ia mengungkapkan bahwa pengendalian rabies memerlukan strategi interdisipliner dan dukungan masyarakat, terutama di wilayah dengan populasi anjing tinggi seperti Pulau Flores. Ewaldus mencatat bahwa banyak pemilik anjing menolak pemusnahan anjing meskipun ada kasus rabies, disebabkan oleh nilai sosial, ekonomi, dan budaya anjing di masyarakat Flores.
Fransiskus Dato menyoroti bahwa perhutanan sosial harus dipahami lebih luas daripada sekadar distribusi akses lahan. Ia menekankan pentingnya mempertimbangkan dimensi ekologis, sosial, ekonomi, kelembagaan, dan budaya dalam pengelolaan hutan. Menurutnya, tantangan dalam implementasi perhutanan sosial meliputi keterbatasan modal, kapasitas kelembagaan yang rendah, dan minimnya pendampingan teknis.
Kondisi Terakhir
Fransiskus menambahkan bahwa perhutanan sosial berpotensi menciptakan sumber ekonomi baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, asalkan tata kelola yang tepat diterapkan. Ia menyatakan bahwa hilirisasi produk hutan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan mengurangi konflik tenurial.




