Transformasi Industri Pariwisata Asia Tenggara
Sumber Foto: Vietnam.vn
Internasional

Transformasi Industri Pariwisata Asia Tenggara

Agenda Nasional - Industri pariwisata di Asia Tenggara mengalami transformasi signifikan, dengan total hampir 119 juta pengunjung internasional yang datang ke enam negara, yaitu Singapura, Malaysia, Vietnam, Indonesia, Thailand, dan Filipina pada tahun lalu. Diperkirakan, jumlah pengunjung internasional akan mencapai 127 juta tahun ini, kembali mendekati level tinggi tahun 2018.

Awal Kejadian

Thailand selama ini dikenal sebagai destinasi utama bagi wisatawan asing di Asia Tenggara, mencatat hampir 33 juta pengunjung internasional pada tahun 2025. Namun, jumlah ini menurun sekitar 7% dibandingkan tahun sebelumnya dan masih jauh dari puncak 40 juta pengunjung pada tahun 2019. Sementara itu, Vietnam menunjukkan pertumbuhan yang pesat, menerima 21 juta pengunjung internasional tahun lalu, jauh meningkat dari 10 juta pada tahun 2016.

Perkembangan

Singapura dan Malaysia juga mengalami pemulihan stabil dalam sektor pariwisata. Meskipun pariwisata bukan pilar utama ekonomi kedua negara tersebut, Malaysia mencatat 26,6 juta pengunjung internasional pada tahun 2025, sedangkan Singapura hampir 17 juta. Di Indonesia, jumlah pengunjung internasional mencapai 15,4 juta, hampir setara dengan level tahun 2019, dengan Bali sebagai tujuan utama. Meskipun pengeluaran wisatawan di Indonesia tidak memberikan dampak besar pada perekonomian secara keseluruhan, daerah yang banyak dikunjungi menghadapi tantangan seperti penipisan sumber daya dan polusi.

Kondisi Terakhir

Sebagai respons terhadap tantangan ini, Indonesia meningkatkan pengawasan terhadap pengunjung asing, terutama pekerja lepas digital dan kreator konten. Thailand juga menerapkan kebijakan untuk menarik wisatawan dengan pengeluaran lebih tinggi, dengan memperpendek masa tinggal bebas visa dari 60 hari menjadi 30 hari. Kebijakan ini menunjukkan bahwa Indonesia dan Thailand semakin selektif dalam menarik wisatawan internasional sambil berupaya mengurangi dampak negatif dari pariwisata.