Agenda Kerakyatan SEMMI dalam Mendukung Pemerintahan Prabowo-Gibran
Agenda Nasional - Pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka mengusung program sosial yang mencerminkan agenda negara kesejahteraan, ekonomi kerakyatan, dan kemandirian strategis. Dalam konteks ini, Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) berperan sebagai mitra gagasan yang mendukung dan mengawal implementasi kebijakan berbasis bukti.
Awal Kejadian
SEMMI, yang didirikan pada 2 April 1956, memiliki mandat historis untuk mengaitkan Islam, ilmu pengetahuan, gerakan mahasiswa, dan persoalan kebangsaan. Dalam konteks pemerintahan saat ini, SEMMI memahami bahwa dukungan terhadap kebijakan harus didasari pada kriteria tertentu, bukan sekadar loyalitas tanpa kritik.
Perkembangan
Pemerintahan Prabowo-Gibran mengedepankan berbagai program unggulan seperti Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, Cek Kesehatan Gratis, dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Program-program ini tidak hanya berdiri sendiri, melainkan saling terkait dalam membangun kesejahteraan masyarakat. SEMMI menilai bahwa program tersebut sejalan dengan nilai-nilai Syarikat Islam yang menekankan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan bersama.
Gagasan zelfbestuur yang muncul pada awal abad ke-20 terus relevan, di mana kemandirian strategis menjadi penting untuk memastikan bahwa bangsa tidak tergantung pada kekuatan eksternal. SEMMI berkomitmen untuk memperkuat kelas menengah yang merupakan bagian penting dari infrastruktur kemandirian strategis. Hal ini sejalan dengan pemikiran Eduard Bernstein yang menekankan pentingnya reformasi bertahap dalam mencapai perubahan sosial.
Kondisi Terakhir
SEMMI berupaya untuk tidak hanya mendukung program pemerintah, tetapi juga berkontribusi melalui kajian dan evaluasi berbasis riset. Dengan membangun pusat kajian kebijakan kesejahteraan dan mendampingi Koperasi Merah Putih, SEMMI berperan sebagai knowledge partner dan penghubung antara pemerintah, mahasiswa, dan masyarakat. Melalui peran ini, SEMMI ingin memastikan bahwa agenda kerakyatan dan keadilan sosial terwujud dalam pembangunan nasional.




