Agus Jabo: Program Sekolah Rakyat untuk Memerangi Kemiskinan
Sumber Foto: zonasatunews.com
Agenda Negara

Agus Jabo: Program Sekolah Rakyat untuk Memerangi Kemiskinan

Agenda Nasional - Wakil Menteri Sosial RI Agus Jabo Priyono menyampaikan pandangannya tentang kemiskinan dan program Sekolah Rakyat dalam Podcast Sinkos yang dipandu Faizal Assegaf. Ia menegaskan bahwa program ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

Awal Kejadian

Dalam perbincangan tersebut, Agus Jabo mengungkapkan bahwa dirinya mendapat mandat tambahan dari Presiden Prabowo Subianto untuk mengawal program Sekolah Rakyat, selain tugas rutin di Kementerian Sosial. Sebelum pelaksanaan program, ia dan Menteri Sosial melakukan perjalanan ke berbagai daerah untuk menilai kondisi calon siswa dan keluarganya.

Perkembangan

Agus Jabo menceritakan berbagai kisah yang menggambarkan kondisi masyarakat. Di Temanggung, ia bertemu dengan seorang ibu yang berjuang membesarkan empat anaknya setelah bercerai, yang merasa kehilangan harapan untuk menyekolahkan anak-anaknya karena keterbatasan biaya. Di Sragen, ia berbincang dengan seorang anak yang bergantung pada bantuan tetangga untuk kebutuhan makan sehari-hari. Di Jakarta, sembilan siswa Sekolah Rakyat memilih tinggal di sekolah saat libur karena tidak ingin membebani orangtua mereka. Pengalaman-pengalaman ini, menurut Agus Jabo, mengubah pandangannya terhadap angka kemiskinan, yang lebih terasa ketika berhadapan langsung dengan realitas kehidupan masyarakat.

Kondisi Terakhir

Agus Jabo menekankan bahwa program-program pemerintah, termasuk Sekolah Rakyat, tidak hanya sekadar kebijakan teknokratis, tetapi merupakan bagian dari amanat konstitusi untuk menghadirkan negara yang memperhatikan kesejahteraan rakyat. Ia berharap pemerintah dapat lebih berani dalam membangun kemandirian nasional dan memastikan bahwa semua anak Indonesia mendapatkan kesempatan yang sama. Menurutnya, ukuran keberhasilan negara tidak hanya terletak pada angka investasi atau pertumbuhan, tetapi juga pada sejauh mana rakyat miskin merasakan kehadiran negara dalam kehidupan mereka.