Arab Saudi Desak Respons Internasional atas Agresi Iran di Timur Tengah
Agenda Nasional - JAKARTA, KOMPAS.TV - Kerajaan Arab Saudi mengecam keras apa yang mereka sebut sebagai agresi terang-terangan Iran ke berbagai negara kawasan Timur Tengah. Mereka menyatakan solidaritas penuh terhadap kedaulatan sejumlah negara di kawasan yang menjadi sasaran serangan.
Melalui pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Arab Saudi yang diunggah di platform media sosial X, Sabtu (28/2/2026), Riyadh menyoroti pelanggaran nyata terhadap kedaulatan Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Qatar, Kuwait, dan Yordania.
"Kerajaan menegaskan solidaritas penuh dan dukungan yang tak tergoyahkan kepada negara-negara saudara tersebut, serta kesiapan untuk mengerahkan seluruh kemampuannya guna mendukung setiap langkah yang mungkin mereka ambil," bunyi pernyataan resmi tersebut.
Arab Saudi juga memperingatkan adanya konsekuensi serius apabila pelanggaran terhadap kedaulatan negara-negara di kawasan dan prinsip-prinsip hukum internasional terus berlanjut.
Lain itu, Riyadh turut menyerukan masyarakat internasional untuk bersatu mengecam serangan Iran dan mengambil langkah tegas demi menjaga stabilitas regional.
"Kerajaan Arab Saudi menyerukan kepada masyarakat internasional untuk mengecam serangan-serangan terang-terangan ini dan mengambil semua langkah tegas yang diperlukan guna menghadapi pelanggaran-pelanggaran Iran yang merongrong keamanan dan stabilitas kawasan," demikian lanjutan pernyataan tersebut.
Eskalasi ini bermula ketika Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026) dini hari waktu setempat.
Serangan tersebut merupakan yang kedua dilakukan di bawah pemerintahan Presiden AS Donald Trump, setelah serangan pertama pada Juni 2025.
Sebelum serangan terjadi, AS dan Iran sempat menjalani tiga putaran perundingan tidak langsung mengenai program nuklir Iran yang dimediasi Oman.
Iran kemudian melancarkan sejumlah serangan balasan yang menargetkan pangkalan militer AS di berbagai negara kawasan Timur Tengah, memicu reaksi keras dari sejumlah negara Arab, termasuk Arab Saudi.




