Bupati Tika Catat Peningkatan Ekonomi dan Penurunan Kemiskinan di Kendal
Sumber Foto: BeritaJateng.id
Ekonomi

Bupati Tika Catat Peningkatan Ekonomi dan Penurunan Kemiskinan di Kendal

KENDAL, Beritajateng.id – Bupati Dyah Kartika Permanasari tepat menjabat selama satu tahun sebagai pemimpin di Kabupaten Kendal pada 20 Februari 2026. Bersama wakilnya, Benny Karnadi, Mbak Tika menjalankan pemerintahan dengan visi “Maju, Sejahtera, Adil, Makmur, Lestari dan Berkelanjutan”.

Pj Sekda Kendal, Agus Dwi Lestari memaparkan, pada triwulan III tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Kendal Year-over-Year (y-o-y) mencapai 8,84 persen, meningkat dari 5,42 persen pada 2024. Sektor industri menjadi penyumbang terbesar, didukung keberadaan 258 perusahaan, yang sebagian berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Angka ini lebih tinggi dibanding pertumbuhan nasional yakni 5,04 persen dan provinsi yang hanya 5,37 persen.

Salah satu pendukung tingginya pertumbuhan ekonomi ini adalah capaian realisasi investasi. Yakni pada tahun 2025 sebesar Rp15,85 triliun dan merupakan nilai investasi tertinggi di Jawa Tengah.

“Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kendal memberikan dampak signifikan terhadap sektor lain, termasuk penurunan tingkat pengangguran terbuka (TPT) tahun 2025 menjadi 4,60 persen dari 5,01 persen pada 2024. Pemerintah daerah terus menekan angka pengangguran melalui berbagai program seperti Kendal Job Fair 2025, aplikasi Kendal Karir, pelatihan kerja, dan kerja sama dengan perusahaan setempat,” terangnya.

Agus menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi tersebut juga berdampak pada penurunan angka kemiskinan menjadi 8,40 persen pada 2025, turun dari 9,35 persen pada 2024.

Penurunan ini dinilai mencerminkan meningkatnya kesejahteraan masyarakat serta efektivitas program pemerintah daerah dalam pengentasan kemiskinan yang telah dilakukan. Beberapa program itu mencakup peningkatan kualitas SDM, pemberdayaan UMKM, serta penguatan perlindungan sosial.

“Disamping itu, kolaborasi dan sinergitas dengan berbagai stakeholder terus didorong mulai dari dunia usaha, baznas dan akademisi,” katanya.

Sementara di bidang infrastruktur, di masa kepemimpinan Mbak Tika, Agus mengungkap pembangunan infrastruktur juga terus digenjot. Tercatat pada tahun 2025 sebanyak 63 paket, dengan total pagu anggaran pengadaan tender mencapai Rp97.425.130.000,00 lelang tender telah diselesaikan.

“Adapun pembangunan tersebut, seperti rekonstruksi jalan Boja-Kaligading, penggantian jembatan jalan Wonosari-

Kartikajaya, rekonstruksi jalan Sendang Sikucing-Larangan, pembangunan Gedung Onkologi, dan pembangunan Gedung Laboratorium Kesehatan Daerah,” bebernya.

Kemudian, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Kendal pada tahun 2025 mencapai 75,07. Angka ini meningkat 0,73 poin dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu 74,34.

Menurut Agus, meski pertumbuhan sektor makro menunjukkan perkembangan positif, namun masih terdapat permasalahan pembangunan di Kabupaten Kendal, diantaranya isu pengangangguran, kemiskinan, kekumuhan, banjir rob, sampah, dan pemerataan infrastruktur.

“Pada tahun 2025, Tingkat Pengangguran Terbuka yang menurun menjadi 4,60 persen, menandakan perbaikan kondisi ketenagakerjaan. Namun pengangguran masih menjadi isu penting karena belum seluruh usia produktif terserap di sektor formal, terutama lulusan menengah. Kesenjangan kompetensi tenaga kerja dan kebutuhan industri serta tantangan bonus demografi juga menjadi perhatian,” tambahnya.

Sementara itu, angka kemiskinan tahun 2025 turun menjadi 8,4 persen dari 9,35 persen pada 2024. Namun, masih ada tantangan struktural seperti banyaknya warga di sekitar garis kemiskinan, belum meratanya penyerapan tenaga kerja formal, dan kualitas SDM yang belum optimal serta ketergantungan ekonomi pada sektor informal dan pertanian yang rentan terhadap perubahan ekonomi dan cuaca.

“Isu kekumuhan, pada tahun 2025 Kabupaten Kendal masih memiliki kawasan permukiman yang masuk kategori kumuh menurut penetapan administrasi. Kawasan permukiman kumuh umumnya ditandai oleh kondisi rumah yang tidak layak huni, kurangnya infrastruktur dasar, drainase buruk, serta rendahnya kualitas lingkungan permukiman,” tandasnya.

Isu banjir dan rob masih juga menjadi permasalahan serius di Kabupaten Kendal. Curah hujan tinggi pada awal tahun 2025 menyebabkan banjir permukaan dan luapan sungai, termasuk jebolnya tanggul Sungai Bodri yang berdampak pada permukiman dan fasilitas umum.