Film Takkan Kubiarkan Kau Menangis Eksplorasi Hubungan Ibu dan Anak dengan Nuansa Musik
Sumber Foto: RCTI+
Lifestyle

Film Takkan Kubiarkan Kau Menangis Eksplorasi Hubungan Ibu dan Anak dengan Nuansa Musik

Agenda Nasional - Film Takkan Kubiarkan Kau Menangis mengangkat tema emosional mengenai hubungan antara ibu dan anak, dengan dukungan deretan lagu legendaris Sheila On 7 yang memperkuat pesan film.

Awal Kejadian

Film ini disutradarai dan diproduksi oleh Ferly Halim, yang menyatakan bahwa cerita ini terinspirasi dari realitas yang sering terjadi dalam keluarga Indonesia. Menurutnya, konflik antara orang tua dan anak sering kali disebabkan oleh kesalahpahaman dalam berkomunikasi, bukan karena kurangnya rasa sayang.

Perkembangan

Ferly Halim ingin mengajak masyarakat untuk lebih terbuka dalam mengungkapkan kasih sayang kepada orang tua. Ia berharap penonton dapat merasakan pesan tersebut melalui kisah yang disajikan. Dalam film ini, Didi Riyadi, salah satu pemain, mengungkapkan tantangan yang dihadapinya dalam menggunakan logat Jawa selama syuting. Sementara itu, Ari Irham merasa terbebani saat membawakan lagu-lagu Sheila On 7, yang telah melekat di hati masyarakat.

Kondisi Terakhir

Film ini memadukan drama keluarga, coming-of-age, dan musik dengan latar Kota Semarang. Cerita berfokus pada Dika, remaja yang merasa tidak cukup di mata ibunya, Dini, seorang ibu tunggal yang berjuang pulih dari trauma. Musik menjadi jembatan yang menyatukan kembali hubungan mereka. Lagu-lagu hits Sheila On 7, seperti Dan, Kita, dan Hujan Turun, ditampilkan dalam film ini, bersama dua lagu orisinal berjudul Takkan Kubiarkan Kau Menangis dan Sahabat. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai 16 Juli 2026 dan dibintangi oleh Ari Irham, Shanty, Ariyo Wahab, dan lainnya.