Gerhana Matahari Cincin 17 Februari 2026: Saksikan Melalui Live Streaming
Suara.com - Fenomena astronomi langka bakal berlangsung pada hari ini, 17 Februari 2026. Terdapat link live streaming Gerhana Matahari Cincin bagi Anda yang penasaran.
Perlu digarisbawahi, Gerhana Matahari 17 Februari tidak bisa diamati pada wilayah Eropa dan Asia, termasuk Indonesia.
Satu-satunya wilayah yang terkena fenomena Gerhana Matahari Cincin adalah Antartika.
Meski begitu, sejumlah wilayah sekitar Amerika Selatan dan Afrika dapat menyaksikan Gerhana Matahari Sebagian atau Gerhana Matahari Parsial.
Mengutip Space dan Starlust, Gerhana Matahari Cincin dengan penampakan 'Cincin Api' (Ring of Fire) diproyeksikan mencapai puncaknya pada pukul 7:12 pagi EST (12:12 GMT) atau pukul 19.12 WIB.
Itu artinya Anda bisa mengamati proses Gerhana Matahari Sebagian melalui live streaming pada Selasa (17/02/2026) sore.
Bentuk cincin sempurna bakal terlihat di hamparan es Antartika hanya selama 1 menit dan 52 detik.
Oleh karena itu, bagi sebagian besar penduduk daratan, penampakan cincin tersebut tidak mungkin terjadi, kecuali mereka tinggal di stasiun penelitian ilmiah seperti Concordia Prancis-Italia di lokasi Dome C dan Mirny Rusia di pantai Laut Davis.
Meskipun cincin penuh akan tetap eksklusif untuk wilayah lapisan es, Gerhana Matahari Parsial berkisar antara 12 hingga 20 persen akan memperluas penampakan bagi pengamat langit di tempat lain di sepanjang ujung selatan Amerika Selatan dan Afrika selatan.
Berikut detail waktu Gerhana Matahari pada 17 Februari 2026:
Gerhana Matahari Cincin, atau yang sering dijuluki fenomena Ring of Fire, terjadi pada 17 Februari 2026. Peristiwa ini tercipta saat posisi Bulan berada di titik terjauh dari Bumi, sehingga diameternya tampak lebih kecil dan menyisakan tepian cahaya Matahari yang menyerupai cincin terang nan sempit.
Sayang, fenomena dramatis ini tidak dapat disaksikan dari wilayah Asia, termasuk Indonesia, maupun Eropa.
Jalur utama gerhana cincin ini sangat terbatas dan hanya melintasi wilayah Antartika serta Samudra Selatan, sehingga diprediksi akan lebih banyak disaksikan oleh penguin daripada manusia.




