Google Ungkap Upaya Peretasan 100.000 Prompt pada Chatbot Gemini
Sumber Foto: Kompas.com
Teknologi

Google Ungkap Upaya Peretasan 100.000 Prompt pada Chatbot Gemini

Agenda Nasional - Lihat Foto

Ilustrasi Gemini. Google menyebut chatbot AI miliknya menjadi sasaran upaya peretasan dengan metode pembanjiran prompt untuk mengkloning cara kerja model AI.()

Sumber PCMag

KOMPAS.com - Google mengungkap adanya upaya peretasan (hack) terhadap chatbot kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) miliknya, Gemini.

Upaya tersebut dilakukan dengan membanjiri sistem Gemini menggunakan ribuan prompt khusus yang dirancang untuk mengungkap logika dan proses penalaran internal chatbot.

Google menjelaskan, serangan ini merupakan bagian dari praktik reverse-engineering, yakni upaya merekayasa ulang cara kerja logika model AI berpemilik agar dapat dikloning.

Informasi mengenai peretasan ini diungkap Google dalam sebauh laporan yang membahas berbagai bentuk aktivitas berbahaya dan penyalahgunaan terhadap Gemini.

Baca juga: AI Gemini 3.1 Pro Hadir, Google Tantang Dominasi GPT dan Claude

Dalam laporan tersebut, Google menjelaskan bahwa serangan ribuan prompt itu bukan dilkaukan melalui peretasan konvensional seperti membobol sistem perusahaan.

Sebaliknya, pelaku (hacker) justru memanfaatkan akses resmi melalui API Gemini yang memang disediakan Google bagi pengembang perangkat lunak untuk membangun aplikasi berbasis chatbot.

Google menyebut, cara itu yang kemudian memungkinkan pelaku meluncurkan aksinya dengan berinteraksi secara sah dengan model AI, lalu secara bertahap mempelajari pola respons dan logika internal Gemini.

Seperti yang diketahui, dalam kondisi normal, AI Gemini hanya akan menampilkan jawaban akhir yang diberikan pengguna tanpa memperlihatkan proses penalaran di baliknya.

Namun kata Google, para hacker tersebut berupaya memaksa model untuk menampilkan seluruh proses penalaran tersebut melalui prompt yang disusun secara spesifik dan berulang.

Google Ilustrasi Gemini AI

Adapun salah satu prompt yang teridentifikasi Google yaitu, pelaku menginstruksikan Gemini untuk menggunakan bahasa dalam konten penalarannya sepenuhnya konsisten dengan bahasa utama pengguna.

Baca juga: Startup China Bikin Model AI yang Beda dari OpenAI dan Google Gemini

Google mencatat, lebih dari 100.000 prompt dikaitkan langsung dengan upaya ekstraksi model tersebut, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari PCMag.

Dinilai curi kekayaan intelektual

Menurut Google, aktivitas pembanjiran prompt tersebut dikategorikan sebagai bentuk pencurian kekayaan intelektual (intellectual property/IP). Perusahaan juga menegaskan, praktik tersebut telah melanggar ketentuan layanan (Terms of Service/ToS) layanan AI Gemini.

Atas pelanggaran itu, Google menyatakan bahwa pihaknya berhak mengambil tindakan dengan menghentikan akses ke pengguna yang terbukti terlibat. Google juga mengingatkan kepada pengembang AI lain untuk mewaspadai serangan ekstraksi model yang sama.

Meski dampaknya tidak langsung terasa, Google menilai bahwa serangan semacam ini berpotensi dimanfaatkan untuk kepentingan komersial maupun aktivitas siber yang berbahaya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Google

hacker

peretas

Gemini AI

Prompt AI

kloning AI

Lihat Tekno Selengkapnya

AI Gemini Makin Canggih, Kini Lebih "Akrab" dengan Pengguna

Google Rilis "Answer Now" di Gemini, Buat Dapat Jawaban Cepat tanpa Mikir Lama

Volvo EX60 Diumumkan, Mobil Listrik yang Bisa Diajak Ngobrol lewat Gemini AI

Model AI Lyria 3 Resmi di Gemini, Bisa Bikin Lagu 30 Detik Bermodal Prompt Teks

Pilihan Untukmu

Terkini Lainnya

ChatGPT dan Gemini Lolos Ujian Masuk Kampus Top Jepang, Nilainya Kalahkan Manusia

Internet

06/06/2026, 19:00 WIB

Google Rilis Search Profile, Halaman Profil Resmi untuk Kreator di Google Search

Internet

06/06/2026, 17:05 WIB

Saya Tak Lagi Khawatir Layar HP Diintip Saat Konser Berkat Fitur Samsung Ini

Gadget

06/06/2026, 16:01 WIB

4 HP Android "Si Paling Ultra" di Indonesia, Termurah Rp 19 Jutaan

Gadget

06/06/2026, 15:07 WIB

HP Lipat Pertama Vertu Dijual Rp 616 Juta, Pakai Berlian dan Kulit Buaya

Gadget

06/06/2026, 14:03 WIB

AI Makin Canggih, Konsep AI Sandwich Muncul Agar Manusia Tidak Kehilangan Kendali

e-Business

06/06/2026, 13:05 WIB

Saya Cowok tapi Pakai iPhone 17e Soft Pink, Ini yang Dirasakan

Gadget

06/06/2026, 11:02 WIB

Menilik Kemampuan "Matahari Buatan" China, Lampaui Batas Mustahil

Internet

06/06/2026, 10:46 WIB

"HP Kentang" Kini Juga Bisa Pakai AI Gemini

Gadget

06/06/2026, 10:17 WIB

Huawei Berterima Kasih ke AS, Larangan Chip Bikin China Makin Mandiri

e-Business

06/06/2026, 10:02 WIB

10 HP Flagship Android Terkencang Mei 2026 Versi AnTuTu

Gadget

06/06/2026, 09:50 WIB

AI Penagih Utang Muncul, Bisa Bekerja Tanpa Henti 24 Jam

e-Business

06/06/2026, 09:47 WIB

Laptop Infinix XBook 15 Resmi di Indonesia, Ini Harganya

Gadget

06/06/2026, 09:09 WIB

"Godfather AI" Bicara soal Makluk Baru dan Penghinaan Terbesar Ketiga

e-Business

06/06/2026, 08:50 WIB

China Perketat Internet, Upload Video Kini Harus Pakai Nama Asli

Internet

06/06/2026, 08:31 WIB

1

2

3

Next

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat

Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app