Gubernur Serahkan Bus Sekolah untuk Dukung SMA Negeri Keberbakatan Olahraga
Manokwari (ANTARA) - Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menyerahkan bantuan satu bus sekolah senilai lebih dari Rp1 miliar kepada SMA Negeri Keberbakatan Olahraga guna mendukung aktivitas belajar dan pembinaan siswa.
Bus berkapasitas 40 penumpang itu, bantuan Pemerintah Provinsi Papua Barat melalui Dinas Pendidikan yang bersumber dari pergeseran APBD Tahun Anggaran 2026 berdasarkan usulan sejak 2023.
“Saya berharap bus ini dimanfaatkan dengan baik untuk kegiatan belajar. Jaga dan rawat aset ini agar dapat digunakan dalam jangka panjang,” kata dia saat menyerahkan secara simbolis replika kunci bus itu di Susweni, Kota Manokwari, Jumat.
Menurut dia, pembangunan sektor pendidikan menjadi prioritas pemerintah daerah dalam mewujudkan program Papua Barat Cerdas, termasuk penyediaan sarana dan prasarana pendukung kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Pemerintah provinsi juga sedang menyiapkan fasilitas asrama di dalam lingkungan SMA Negeri Keberbakatan Olahraga yang diperkirakan dapat menampung kurang lebih 120 peserta didik.
“Target peresmian asrama pada Juli mendatang. Penyediaan asrama sejalan dengan program nasional peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk pemenuhan gizi bagi peserta didik,” ucap Dominggus.
Saat ini, kata dia, ada dua sekolah khusus yang kewenangan pengelolaan menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi sebagaimana tercantum dalam Peraturan Gubernur Papua Barat Nomor 10 dan 11 Tahun 2024.
Sebanyak dua sekolah itu, yakni SMA Negeri Keberbakatan Olahraga dan SMA Taruna Kasuari Nusantara, sedangkan ke depan akan ada penambahan SMA Unggulan Garuda yang sedang dalam masa persiapan pembangunan.
“Pemerintah provinsi sudah siapkan lahan seluas 20 hektare untuk pembangunan SMA Unggulan Garuda di Susweni,” kata dia.
Kepala Dinas Pendidikan Papua Barat Barnabas Dowansiba mengatakan bantuan bus dan pembangunan itu untuk menjawab kebutuhan mendesak karena selama ini siswa mengalami kesulitan transportasi menuju sekolah.
Bus tidak hanya digunakan sebagai transportasi siswa dari rumah ke sekolah atau sebaliknya, melainkan akan menunjang kegiatan peserta didik di luar lingkungan sekolah, seperti mengikuti turnamen atau lainnya.
“Dengan adanya bus, diharapkan mobilitas siswa semakin mudah. Nanti ada asrama, supaya siswa lebih fokus pada pendidikan dan pembinaan olahraga,” kata dia.




