Hampir 20 Persen Suara Investor ANTAM Tolak Agenda Penugasan Negara
Agenda Nasional - Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), hampir 20 persen suara investor menyatakan penolakan terhadap agenda penugasan strategis dari pemerintah, meskipun keputusan tersebut tetap disahkan berkat dukungan mayoritas.
Awal Kejadian
RUPST Tahun Buku 2025 yang berlangsung mencatat adanya keputusan signifikan mengenai pembagian dividen sebesar Rp5,04 triliun. Namun, agenda penugasan untuk mendukung kebijakan strategis pemerintah mengalami penolakan yang cukup tinggi dari pemegang saham.
Perkembangan
Menurut risalah RUPST, dari total suara yang masuk, 80,23 persen atau 15.787.473.950 saham menyatakan setuju dengan agenda tersebut, sementara 18,24 persen atau 3.588.481.398 saham menolak, dan 1,53 persen atau 301.448.893 saham memilih abstain. Meskipun terdapat tingkat penolakan yang signifikan, agenda ini tetap disetujui karena memperoleh dukungan mayoritas. Keputusan RUPS menegaskan persetujuan rencana ANTAM untuk menerima penugasan dari Pemerintah Pusat dalam melaksanakan percepatan program hilirisasi nikel dan pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik.
Kondisi Terakhir
Dibandingkan dengan agenda lain dalam rapat yang sama, penolakan terhadap agenda penugasan ini terbilang tinggi. Sebagai contoh, usulan penggunaan laba bersih dan pembagian dividen mendapatkan dukungan hampir mutlak, dengan 98,35 persen suara setuju, menunjukkan adanya perbedaan pandangan di antara investor. Meskipun hasil pemungutan suara menunjukkan adanya penolakan, risalah rapat tidak memberikan penjelasan mengenai alasan di balik keputusan tersebut, sehingga tidak dapat disimpulkan apakah penolakan terkait dengan aspek bisnis, tata kelola, atau substansi penugasan yang diberikan kepada perusahaan.




