Indonesia Terpilih Kembali Jadi Anggota Komite UNESCO untuk Pelindungan Warisan Budaya
Sumber Foto: berita prioritas
Agenda Utama

Indonesia Terpilih Kembali Jadi Anggota Komite UNESCO untuk Pelindungan Warisan Budaya

Agenda Nasional - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon. (Courtesy: Antara)

PRIORITAS, 19/6/26 (Jakarta): Untuk kedua kalinya, Indonesia terpilih menjadi anggota Komite Pelindungan Warisan Budaya Takbenda Dunia UNESCO (Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage UNESCO) periode 2026–2030.

Hal itu diungkapkan Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, dalam keterangan yang dikonfirmasi dari Jakarta, Jumat (19/6/26). Ia mengatakan, Indonesia berhasil memperoleh 113 suara dari negara anggota UNESCO dan terpilih bersama Jepang (117 suara), Filipina (106 suara), dan Kamboja (97 suara) pada Group IV mewakili kawasan Asia-Pasifik.

Baca Juga

Atraksi budaya Sulawesi Utara akan warnai Paskah Nasional 2026

28 Mar 2026

“Terpilihnya Indonesia sebagai anggota Komite Warisan Budaya Takbenda UNESCO periode 2026–2030 merupakan kehormatan sekaligus amanah besar,” ujar Fadli Zon.

Ia menambahkan, Indonesia pernah m,enjadi anggota komite tersebut pada 12 tahun lalu, yaitu para periode 2010-2014. Kini, Indonesia kembali dipercaya oleh komunitas internasional untuk berkontribusi dalam upaya perlindungan warisan budaya takbenda dunia.

Menurut Menbud, keberhasilan itu menunjukkan bahwa selain memiliki warisan budaya yang sangat kaya dan beragam, Indonesia juga memiliki kapasitas untuk berkontribusi dalam membangun masa depan tata kelola kebudayaan dunia yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berpusat pada masyarakat.

Baca Juga

Gawat !!! Netanyahu siap lanjutkan perang di Gaza, militer Israel siaga di perbatasan

24 Feb 2025

Delapan agenda prioritas utama

Dilansir dari Antara, sebagai anggota Komite ICH UNESCO periode 2026–2030, Indonesia berkomitmen untuk mendorong delapan agenda prioritas utama.

Pertama adalah pembentukan Center of Excellence UNESCO di kawasan Asia-Pasifik berupa Mega-Laboratory on Cultures, Early Human History, and Civilization untuk pengembangan metodologi pelindungan warisan budaya takbenda, preservasi digital, riset, inovasi kebijakan, dan penguatan kapasitas di kawasan.

Kedua, integrasi platform kolaboratif yang menjembatani akademisi, komunitas lokal, praktisi budaya, dan pembuat kebijakan dalam model pelindungan yang inklusif dan partisipatif.

Ketiga, inovasi digital, termasuk pengembangan inventaris digital, pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) untuk dokumentasi, dan tata kelola data yang etis.

Keempat yakni penguatan kerja sama global melalui pelatihan, program fellowship, misi bersama, dan pertukaran pengetahuan antarkawasan.

Kelima, perlindungan warisan budaya yang terancam, termasuk penguatan mekanisme Urgent Safeguarding List bagi tradisi yang menghadapi risiko kepunahan.

Keenam peningkatan akses terhadap bantuan internasional yang lebih efektif, responsif, dan mudah dijangkau oleh negara-negara pihak.

Ketujuh, pemberdayaan masyarakat sipil dan komunitas budaya, melalui perluasan partisipasi organisasi non-pemerintah dalam proses pengambilan keputusan.

Terakhir, kedelapan, mempersiapkan warisan budaya untuk masa depan, mendorong kebijakan terkait etika digital, kecerdasan artifisial, dan ketahanan budaya terhadap perubahan iklim.

Enam belas WBTb Indonesia

Sebagai catatan, sampai saat ini Indonesia memiliki 16 Warisan Budaya Takbenda (WBTb) yang telah resmi diakui oleh UNESCO. Pengakuan tersebut mencakup berbagai tradisi, seni pertunjukan, keterampilan kerajinan, dan praktik sosial yang tersebar di seluruh nusantara.

Seni Pertunjukan & Tradisi Lisan:

– Wayang Wayang Kulit (2008) Seni teater boneka tradisional

– Tari Saman (2011) Tarian tradisional dari Gayo, Aceh

– Noken (2012) Tas rajut tradisional khas Papua yang dibawa menggunakan kepala

– Tiga Genre Tari Bali (2015) Tari sakral, semi-sakral, dan hiburan di Bali

– Seni Pertunjukan Reog Ponorogo (2024) Kesenian tari tradisional dengan topeng singa berbulu merak

– Pantun (2020) Tradisi sastra lisan berbalas pantun (diakui bersama Malaysia).

Keterampilan Kerajinan & Tekstil:

– Keris (2008) Senjata tikam tradisional dengan nilai filosofis tinggi

– Batik (2009) Seni pewarnaan kain tradisional beserta makna simboliknya

– Pendidikan dan Pelatihan Batik (2009) Pelestarian keterampilan batik melalui Pendidikan

– Kapal Pinisi (2017) Seni pembuatan perahu tradisional dari Sulawesi Selatan

– Kebaya (2024) Pengetahuan, keterampilan, dan praktik berbusana tradisional (diakui bersama negara serumpun).

Musik & Bela Diri:

– Angklung (2010) Alat musik tradisional dari bamboo

– Pencak Silat (2019) Seni bela diri tradisional nusantara

– Gamelan (2021) Ansambel musik tradisional Jawa, Sunda, dan Bali

Pengetahuan Tradisional & Praktik Adat:

– Tradisi Pembuatan Tempe (2021) Pengetahuan dan keterampilan terkait fermentasi tempe.

– Kolintang (2024) Alat musik perkusi kayu tradisional dari Minahasa. (P-*/ht)

Komite Perlndungan WBTb UNESCO Warisan Budaya TakBenda WBTb

Pos Terkait

Kebakaran di Karimun tewaskan nenek 62 tahun, akses gang sempit hambat pemadaman

Iran ternyata berbohong tak ingin buat senjata nuklir

Duh !!! Ronaldo terancam hukuman ‘cambuk’, tidak ikut bersama Al Nassr ke Iran

Perkuat kerja sama ketenagakerjaan, Kemenaker-IM Japan sepakati peningkatan kualitas dan kuantitas pemagangan

Jaksa cantumkan Olly Dondokambey dalam dakwaan Dana Hibah GMIM. Ini rincian kerugian negara Rp 8 M

Paus Fransiskus mengejutkan sapa khalayak di Vatikan

Pos Terkait

3 bulan lalu

Tertinggal 1-3, Juventus ‘comeback’ dramatis imbangi Roma 3-3

4 bulan lalu

Gugat KPK, Paulus Tannos persoalkan status tersangka e-KTP

3 bulan lalu

Menaker dorong perusahaan bantu pekerja mengembangkan karier

1 tahun lalu

Puan Maharani kembali akan jadi Ketua DPR karena UU MD3 tak direvisi

1 tahun lalu

Presiden Prabowo 16 hari di luar negeri, instruksikan Wapres Gibran: Harus tegas dan berani

7 bulan lalu

KUHAP baru disahkan, terdapat 14 substansi perubahan