Indonesia Undang Negara Sahabat dan Organisasi Internasional ke Ocean Impact Summit 2026
detikNews Berita
Pemerintah Ajak Negara Sahabat-Organisasi Internasional Hadir di OIS 2026
Hana Nushratu Uzma - detikNews
Rabu, 18 Feb 2026 19:14 WIB
Jakarta -
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan RI (KKP) mengajak negara-negara sahabat dan organisasi internasional untuk berpartisipasi dalam konferensi tingkat tinggi Ocean Impact Summit (KTT OIS) 2026 yang akan berlangsung di Nusa Dua, Bali pada 8-9 Juni mendatang.
Undangan partisipasi ini disampaikan Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono dalam acara Resepsi Diplomasi OIS 2026 yang diselenggarakan KKP bersama Kementerian Luar Negeri RI (Kemenlu), Kementerian Sekretariat Negara RI (Kemensesneg), dan Danantara di Jakarta.
"Kami berharap para kepala negara, menteri, pimpinan organisasi internasional, pelaku usaha, peneliti, akademisi, inovator dan mitra pembangunan, berkumpul untuk merumuskan dan menghasilkan capaian yang konkret serta terukur pada acara Ocean Impact Summit nanti. Untuk itu pada acara ini, kami meminta dukungan para duta besar dan perwakilan organisasi internasional menyampaikan undangan Indonesia untuk menghadiri langsung Ocean Impact Summit 2026," ungkap Trenggono, dalam keterangan tertulis, Rabu (18/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Undangan ini juga merupakan tindaklanjut pengumuman resmi serta ajakan terbuka yang disampaikan Presiden RI Prabowo Subianto di World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss pada 22 Januari silam.
Mengusung tema 'Unlocking the Potential of the Blue Economy', puncak KTT OIS 2026 membahas empat pilar penting, yakni menjadikan laut sebagai sumber makanan dan nutrisi; laut sebagai sistem energi dan infrastruktur modern; laut sebagai sistem alam yang memperkuat aksi iklim dan melidungi ekosistem; serta laut sebagai tempat untuk tata kelola yang baik, teknologi, dan ide baru.
ADVERTISEMENT
Baca juga: OIS 2026 di Bali, KKP Andalkan Keterbukaan Informasi untuk Tarik Investor
KTT OIS diharapkan dapat memicu dan memacu percepatan berbagai kegiatan perekonomian yang memanfaatkan atau bersumber dari laut, seperti modernisasi perikanan tangkap dan budidaya berkelanjutan, penguatan industri hilir berbasis bioproduk, pengembangan energi terbarukan kelautan dan infrastruktur pelabuhan hijau, perluasan kawasan konservasi laut (MPA), dan pengembangan karbon biru, serta digitalisasi tata kelola kelautan berbasis data dan kecerdasan buatan (AI).
"Kami juga mendorong para duta besar (dubes) untuk melibatkan para pemangku kepentingan utama di negara masing-masing, khususnya investor terkemuka, pelaku sektor swasta, serta mitra strategis, agar dapat berpartisipasi aktif dalam KTT ini. Keterlibatan mereka akan sangat menentukan dalam mengkatalisasi kemitraan dan membuka peluang investasi yang nyata," kata Trenggono.
Berbeda dari forum kelautan yang sudah ada sebelumnya, KTT OIS 2026 mengedepankan pendekatan berbasis aksi (action-oriented) dengan fokus pada katalisasi investasi, pengembangan inisiatif kolaboratif, serta penguatan tata kelola laut yang adaptif terhadap tantangan global seperti perubahan iklim, ketahanan pangan, transisi energi, dan transformasi digital.
"KTT OIS berbeda dengan konferensi lainnya karena menghadirkan pendanaan/investasi yang berdampak (impact) untuk laut. Misalnya bagaimana kegiatan pelayaran (shipping) dapat menjadi lebih hijau yang dilihat bukan sebagai biaya tambahan, namun peluang investasi serta bagaimana terumbu karang, lamun, rumput laut digunakan untuk pendanaan berkelanjutan melalui pemanfaatan nilai ekonomi karbon dari ekosistem karbon biru," ujar Wamenlu Arif Havas Oegroseno yang memberikan pengantar konteks pentingnya KTT OIS 2026.
Baca juga: Trenggono Lapor Progres Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih ke Prabowo
Sementara itu, Dubes Uni Emirat Arab Abdulla Salem Obaid Salem Aldhaheri mendukung penuh pelaksanaan OIS pertama di Indonesia.
Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia dinilainya memiliki peran penting dalam mendorong sinergi penataan dan pemanfaatan laut secara berkelanjutan untuk kepentingan bersama.
"Tentu saja saya akan mendorong UEA untuk bergabung di KTT ini. Karena saya melihat ini platform bagus yang akan mempengaruhi semua pihak yang terkait dengan lautan," ungkap Abdulla.
"Indonesia adalah negara yang tepat dalam memperkenalkan lautan di dunia, dengan mudah dan secara sistematis," sambungnya.
Sebagai informasi, Resepsi Diplomasi OIS 2026 dihadiri 73 kedutaan besar negara sahabat dan 11 organisasi internasional yang terdiri atas 28 Duta Besar, 50 perwakilan Kedubes setingkat Wakil Dubes/Diplomat Senior, serta 16 orang perwakilan Organisasi Internasional. Resepsi Diplomatik ini juga dihadiri perwakilan Kementerian/Lembaga (K/L) terkait.
Lihat juga Video: Gibran Tiba di Afsel untuk Hadiri KTT G20, Disambut Tarian Pantsula
[Gambas:Video 20detik]
(akd/ega)
kkp ois 2026 ocean impact summit
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
detikSport
Alwi Farhan Tumbang, Indonesia Tanpa Gelar di Swiss Open 2026
detikHot
Nirina Zubir Alami Kejadian Apes Soal Rambut
detikFinance
Pemerintah Mau Geber PLTS buat Gantikan PLTD
detikInet
Elon Musk Umumkan X Money, Ewallet yang Meluncur Bulan Depan
detikNews
Pintu Mobilnya Tiba-tiba Terkunci, Warga di Bogor Lapor Polisi
Wolipop
Gaun Rusak hingga Jatuh di Tangga, 5 Momen Oscars yang Nyaris Jadi Malapetaka
detikTravel
Imbas Perang AS-Iran, Malaysia Akan Tangguhkan Penerbangan Komersial
part of
Connect With Us
Copyright @ 2026 detikcom.
All right reserved
Kategori
detikNews
detikEdukasi
detikFinance
detikInet
detikHot
detikSport
Sepakbola
detikOto
detikProperti
detikTravel
detikFood
detikHealth
Wolipop
detikX
20Detik
detikFoto
detikHikmah
detikPop
Layanan
berbuatbaik.id
Pasang Mata
Adsmart
detikEvent
Signature Awards
Trans Snow World
Trans Studio
Bingkai.id
Ziswafctarsa.id
Flying Over Indonesia
For Your Business
rekomendit
Community Connect
Informasi
Redaksi
Pedoman Media Siber
Karir
Kotak Pos
Media Partner
Info Iklan
Privacy Policy
Disclaimer
Jaringan Media
CNN Indonesia
CNBC Indonesia
Haibunda
Insertlive
Beautynesia
Female Daily
CXO Media




