Inggris Fokus Energi Bersih dan Kerjasama Multilateral di ASEAN
Sumber Foto: Tempo.co
Agenda Utama

Inggris Fokus Energi Bersih dan Kerjasama Multilateral di ASEAN

Sikap ini disampaikan Duta Besar Inggris untuk ASEAN Helen Fazey, dalam temu media di Kedutaan Besar Inggris, Jakarta Selatan, Jumat, 21 November 2025.

Lima Tahun Kemitraan dan Sentralitas ASEAN

Fazey menyampaikan bahwa tahun 2026 akan menandai lima tahun Inggris menjadi mitra dialog resmi ASEAN.

“Tahun depan akan menjadi peringatan lima tahun kami sebagai mitra dialog resmi ASEAN, dan saya kira ada banyak yang patut dirayakan," ujarnya.

Ia merinci, hubungan ini berkembang pesat sejak Inggris mendirikan misi untuk ASEAN dan mengajukan diri sebagai mitra dialog.

Menurutnya, Inggris melakukan itu sebagai bentuk pengakuan dan dukungan terhadap sentralitas ASEAN serta peran pentingnya dalam kemakmuran dan stabilitas kawasan.

"Termasuk dalam upaya bersama menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim,” kata Fazey.

Dukungan Transisi Energi dan Penguatan UMKM

Dalam paparannya, Fazey mengatakan, Inggris meningkatkan dukungan terhadap pendanaan transisi hijau dan bekerja sama dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam proyek-proyek berkelanjutan dan efisiensi energi. Inggris juga mendorong percepatan energi bersih dan pembangunan ekonomi rendah karbon di tingkat ASEAN.

Ia menuturkan bahwa Inggris turut mendukung pengembangan ekonomi kreatif dan UMKM di kawasan. “Kami akan mendukung ASEAN dan negara-negara anggotanya dalam mengembangkan sektor ekonomi ini,” ujarnya.

Beasiswa dan Pertukaran Pendidikan

Hubungan antarmasyarakat juga menjadi fokus penting Inggris. Fazey menyebut bahwa pihaknya berkomitmen meningkatkan beasiswa untuk negara anggota ASEAN, termasuk dukungan terhadap beasiswa bersama ASEAN-Chevening untuk perempuan di bidang STEM.

“Kami mendukung pembelajaran dasar, yaitu kemampuan literasi dan numerasi,” katanya. Selain itu, Inggris akan mendorong peningkatan pertukaran di bidang pendidikan, riset, kebudayaan, dan kepemudaan.

Isu Keamanan di ASEAN

Pada isu keamanan, Fazey menyampaikan bahwa Inggris mendukung multilateralisme dan sistem internasional berbasis aturan untuk menghadapi perubahan iklim, kejahatan terorganisasi, dan menjaga keamanan maritim bersama ASEAN.

Inggris juga memperkuat agenda perempuan, perdamaian, dan keamanan (WPS) melalui rencana aksi tingkat regional.

“ASEAN adalah satu-satunya organisasi multilateral yang memiliki rencana di tingkat itu. Kami juga bekerja dengan beberapa negara anggota secara bilateral,” ujarnya menambahkan.

Adapun menurut laporan UK Mission to ASEAN, Inggris telah mencapai 95 persen dari Rencana Aksi Lima Tahun ASEAN-Inggris sejak menjadi mitra dialog pada 2021.