IRGC Tegaskan Balas Dendam ke AS-Israel Jadi Prioritas Utama
TRIBUN-VIDEO.COM - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) akui bahwa balas dendam masih menjadi agenda utama.
Pasukan di multi-front akui siap melakukan perlawanan terhadap musuh.
Mengutip Tasnim pada (4/1), hal ini diutarakan oleh IRGC dalam sebuah pernyataan pada Sabtu (3/1/2026).
Lebih tepatnya, IRGC menegaskan bahwa upaya pembalasan atas tewasnya mantan komandan Pasukan Quds IRGC, Letnan Jenderal Qassem Soleimani, masih menjadi prioritas utama.
Mereka menekankan bahwa meski enam tahun telah berlalu sejak kemartirannya, jejak perjuangan, semangat, dan warisan Soleimani terus menjadi sumber inspirasi bagi front perlawanan.
IRGC juga menyatakan bahwa melemahnya kekuatan politik dan keamanan sistem dominasi merupakan dampak berkelanjutan dari pengorbanan sang martir dan para pejuang front perlawanan.
Selain itu, mereka menilai runtuhnya tatanan Amerika di kawasan dan dunia juga menjadi konsekuensi dari pengorbanan tersebut.
Disebutkan pula bahwa Donald Trump dan Benjamin Netanyahu yang digambarkan sebagai “haus darah”.
Sosok, yang gagal menyingkirkan kekuatan, jalan, dan pengaruh komandan yang gugur tersebut melalui pembunuhan yang mereka lakukan.
Menurut pernyataan tersebut, semangat perlawanan telah berkobar dalam upaya membalas dendam.
IRGC menyatakan bahwa poros perlawanan global tetap terkait erat dengan nama Syahid Soleimani.
Seraya menegaskan bahwa perlawanan Islam kini menjadi front yang solid dan pengusung seruan “Bebaskan Palestina” yang menggema hingga dunia Barat.




