Kongres PSSI 2027: Perebutan Kursi Ketum Mulai Memanas
Sumber Foto: KBA News
Agenda Utama

Kongres PSSI 2027: Perebutan Kursi Ketum Mulai Memanas

Agenda Nasional - Siapa pun yang terpilih menjadi Ketua Umum PSSI periode 2027-2031 akan memegang kendali atas dana FIFA Forward, hak siar liga, program naturalisasi, dan proyek pembinaan nasional selama empat tahun ke depan.#kbanews

JAKARTA | KBA – PSSI dipastikan akan menggelar Kongres tahun depan sebagai forum tertinggi pengambilan keputusan organisasi. Kongres ini rencananya menjadi Kongres Luar Biasa (KLB) untuk memilih kepengurusan periode 2027-2031.

Berdasarkan Statuta PSSI, agenda utama Kongres meliputi:

1. Pemilihan Ketua Umum, Wakil Ketum, dan Anggota Exco periode 2027-2031

2. Laporan pertanggungjawaban pengurus periode 2023-2027

3, Pengesahan program kerja dan anggaran empat tahun ke depan

4. Perubahan statuta jika diperlukan

5. Pengesahan anggota baru dan keputusan strategis lainnya.

Hingga pertengahan Mei 2026 ini, PSSI belum merilis jadwal pasti dan mekanisme pencalonan. Namun proses verifikasi pemilik suara (voters) dan penjaringan calon sudah mulai berjalan di tingkat Asosiasi Provinsi PSSI (Asprov) dan klub.

87 Voters Siap Jadi Penentu

Kekuatan suara di Kongres berada di tangan 87 voters resmi, terdiri dari:

* 34 Asosiasi Provinsi PSSI

* 18 Klub Liga 1

* 16 Klub Liga 2

* 16 Klub Liga 3

* 3 Asosiasi Anggota: Federasi Futsal Indonesia, ASBWI, APSSI

Kelompok ini berpotensi menjadi king maker yang menentukan arah kepemimpinan PSSI empat tahun ke depan. Jumlah ini bisa bertambah jika ada klub Liga 3 dan asosiasi yang lolos verifikasi administratif.

Dinamika Calon Ketua Umum PSSI: Poros Dudung-Gede

Erick Thohir, yang terpilih melalui Kongres Luar Biasa (KLB) pada 16 Februari 2023, menjabat Ketua Umum PSSI untuk periode 2023–2027.

Ia dinilai memiliki keuntungan sebagai incumbent jika maju lagi dalam proses pemilihan Ketua Umum PSSI untuk periode 2027-2031.

Akses terhadap jaringan politik, pendanaan, serta program strategis seperti naturalisasi pemain dan pembenahan kompetisi menjadi modal utama Erick Thohir.

Di tengah proses menuju Kongres, nama-nama bakal calon Ketum juga mulai mengemuka. Salah satu yang mulai diperbincangkan adalah poros Dudung Abdurachman dan Gede Widiade (Dudung-Gede).

Dudung Abdurachman diangkat menjadi Kepala Staf Kepresidenan (KSP) oleh Presiden Prabowo Subianto pada April 2026. Jenderal TNI (Purn) ini sebelumnya menjabat Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional dan Kasad ke-33 di era Presiden Jokowi. Dudung dikenal vokal soal pembinaan sepakbola usia dini.

Sementara Gede Widiade dikenal sebagai pengusaha dan pengelola lapangan sepakbola. Mantan CEO Persija Jakarta periode 2017-2018 ini pernah mencalonkan diri sebagai anggota Exco PSSI. Fokusnya adalah pada profesionalisasi klub dan infrastruktur sepakbola.

Dudung-Gede belum membuat deklarasi resmi pencalonan ketua umum PSSI. Tapi konfigurasi ini dinilai sebagai indikasi terbentuknya alternatif kepemimpinan yang siap bersaing dengan incumbent.

Suara dari Pemilik Suara (Voters)

Terkait pelaksanaan Kongres PSSI tahun depan dan kandidat ketua umum periode 2027-2031, berikut ini pandangan dari pemilik suara (voters) yang disampaikan kepada KBA News, Kamis 14 Mei 2026.

“Kami di Asprov sudah dengar nama Erick, Dudung, dan Gede disebut-sebut. Tapi belum ada yang datang langsung sosialisasi program. Kami tunggu visi mereka untuk Liga 3 dan pembinaan daerah,” ujar seorang Ketua Asprov di Jawa Barat.

Sementara itu, pemilik suara Liga 2 menambahkan: “Nama Dudung-Gede menarik karena di luar lingkaran lama, tapi kami butuh kepastian dukungan voters.”

Hingga kini memang belum ada deklarasi resmi dari calon mana pun. Namun proses menuju Kongres PSSI sudah memasuki fase awal persaingan yang ketat.

Siapa pun yang terpilih menjadi Ketua Umum PSSI periode 2027-2031 akan memegang kendali atas dana FIFA Forward, hak siar liga, program naturalisasi, dan proyek pembinaan nasional selama empat tahun ke depan. (kba)