Menag Dukung Olahraga di Madrasah dan Pesantren untuk Kesehatan dan Prestasi
Agenda Nasional - Menag Dukung Program Olahraga Nasional di Madrasah dan Pesantren
Pewarta: Hendry Prasetiyo
20 Februari 2026, 05:30
Share
Jakarta, MCI News – Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan dukungan penuh terhadap program prioritas olahraga nasional dengan mengintegrasikan pendidikan jasmani secara fundamental di lingkungan pendidikan keagamaan. Hal itu disampaikan dalam Rapat Tingkat Menteri mengenai Program Prioritas Olahraga Nasional di Gedung Kemenko PMK, Kamis (19/02/2026) seperti yang dikutip di website kemenag.go.id.
Dalam forum tersebut, pemerintah memastikan setiap santri dan siswa madrasah memperoleh porsi pendidikan fisik yang memadai untuk menunjang kesehatan jasmani dan rohani. Kebijakan ini sejalan dengan Keputusan Menteri Agama Nomor 450 Tahun 2024 yang menjadi pedoman implementasi kurikulum dari Raudhatul Athfal hingga Madrasah Aliyah Kejuruan.
Menag menegaskan bahwa urgensi olahraga dalam kehidupan manusia memiliki landasan teologis yang kuat. Ia mengutip hadis sahih riwayat Imam Muslim terkait perintah Umar bin Khattab kepada penduduk Syam. “Umar bin Khattab telah mewajibkan penduduk Syam supaya mengajar anak-anak kamu berenang, dan memanah, dan menunggang kuda.”- Hr.Muslim.
Ia menambahkan bahwa Kementerian Agama secara konsisten menyelenggarakan berbagai ajang olahraga. “Kementerian Agama, berdasarkan perintah ayat Al-Qur’an dan Hadis, secara konsisten menyelenggarakan berbagai ajang olahraga seperti Porseni bagi pondok pesantren dan madrasah,” ujar Menag.
Menurutnya, langkah tersebut bertujuan memastikan bakat atletik di lingkungan pendidikan keagamaan mendapat ruang apresiasi yang setara. Salah satu program unggulan yang disorot adalah Pekan Olahraga dan Seni Pesantren Nasional (POSPENAS) yang menjadi wadah penggalian potensi atlet santri.
Selain itu, terdapat Pekan Seni dan Olahraga Nasional (PESONA) PTKI yang disiapkan untuk mendorong mahasiswa tampil pada ajang internasional. Hasilnya mulai terlihat dari prestasi siswa madrasah di tingkat global.
Salah satu contoh adalah Intan Cahaya Putri, siswi MTsN 6 Karanganyar, yang meraih medali perak pada ajang ASEAN Para Games 2026 di Thailand cabang olahraga boccia. Di tingkat perguruan tinggi, data penerimaan mahasiswa baru PTKIN tahun 2026 juga menunjukkan ratusan siswa berprestasi masuk melalui jalur olahraga seperti pencak silat, karate, dan panahan.
Menutup paparannya, Menag berharap program prioritas olahraga nasional terus melahirkan bibit atlet unggul dari madrasah dan pesantren. Kemenag berkomitmen memfasilitasi potensi generasi muda agar mampu berprestasi di bidang sains, seni, maupun olahraga.
Hendry Prasetiyo
Dibaca : 5
Tag Berita
ASEAN Para Games
Intan Cahaya Putri
kemenag
nasaruddin umar
olahraga madrasah
Pesantren
PESONA PTKI
POSPENAS




