Menyiasati Sahur: Podcast untuk Energi dan Inspirasi Mahasiswa
Mohon Tunggu... Mahasiswa Ilmu Komunikasi di Universitas Bakrie
Founder Korean Enthusiast Community | Movie, Series, and Book Enthusiast | Menulislah karena tulisanmu yang akan menjadi sejarah bahwa kamu pernah bermanfaat untuk orang lain
Selanjutnya
Diary Pilihan
Hiburan Anti Ngantuk Ketika Sahur: Dari Escape Raymond Chin Sampai Podcast Keluarga Artis
22 Februari 2026 21:31 Diperbarui: 22 Februari 2026 21:31 212 6 1
+
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pukul 23.00, diri ini baru selesai mengerjakan tugas kuliah maupun draft konten. Setelah mengecek handphone sebentar, lalu saya memutuskan untuk tidur. Jam 03.00 alarm berbunyi, pertanda saya harus bangun sahur. Walaupun baru tidur sebentar, saya memastikan diri saya untuk menyantap sahur dan memastikan tidak tidur lagi sebelum sholat subuh.
Sahur seringkali menjadi waktu yang penuh dilema. Di satu sisi, raga kita perlu mengisi energi untuk bertahan belasan jam ke depan. Di sisi lain, mata rasanya ingin menyerah dengan godaan "magnet" di kasur yang seakan merayu kita untuk kembali ke alam mimpi. Kalau waktu sahur kita habiskan untuk makan sambil bengong, yang ada malah kita "tumbang" dan mengantuk lagi sebelum waktu azan Subuh tiba.
Sebagai mahasiswa yang sering berjibaku dengan tugas dan konten, saya menyadari bahwa sahur tidak hanya tentang asupan nutrisi fisik, tetapi juga "nutrisi" untuk mental.
Agar mata tetap on dan otak tidak lag, saya punya cara tersendiri: menonton podcast di Youtube. Inilah dua "menu wajib" yang biasa saya jadikan tontonan sahur yang ampuh mengusir kantuk.
Menu "Berisi": Mengasah 'Lateral Thinking' bersama Escape
Pilihan pertama saya jatuh pada kanal YouTube Raymond Chin, khususnya program Escape 2.0. Kenapa harus podcast ini saat sahur? Karena apa yang dibahas dalam podcastnya memaksa otak kita untuk bangun dan berpikir kritis sejak dini hari.
Dengan formasi Quatro yang kini permanen, terdiri dari ustad Felix Siauw, Raymond Chin, Verren Ornela, dan Koiyocabe, diskusinya terasa sangat hidup. Mereka tidak sekadar berteori, berdiskusi, atau memberikan ceramah satu arah yang membosankan. Fokusnya jelas, yakni untuk melatih cara berpikir kritis dan belajar lateral thinking untuk menyelesaikan masalah nyata (solve problems).
Saya juga menyukai bagaimana Verren Ornela menjadi sosok yang secara tidak langsung mewakili keresahan Gen Z terhadap topik-topik yang diambil. Mungkin pertanyaan-pertanyaan yang ia ajukan terdengar konyol dan sepele, namun terkadang pertanyaan-pertanaan tersebut yang paling mengganggu pikiran.
Untungnya, Ustadz Felix Siauw mau menjelaskan konsep dalam agama yang mungkin terdengar rumit dan berat menjadi lebih dapat mudah dipahami. Mereka saling beropini, mengeluarkan keresahan mereka, sehingga diskusi yang terdapat dalam podcast ini terasa lebih hidup.
Menonton mereka saat sahur membuat saya merasa sedang melakukan brain workout. Belajar tanpa action itu sia-sia, dan Escape mengingatkan saya bahwa setiap ilmu yang didapat harus bisa dipraktikkan. Cara penyampaian mereka yang seru membuat materi yang berat sekalipun jadi tidak terasa membosankan.
Menu Ringan: Tertawa Lepas bersama Podcast Keluarga Artis
HALAMAN :
1
2
LIHAT SEMUA
Mohon tunggu...
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
KIRIM
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
TAG
blogcompetition
ramadan bercerita 2026
ramadan bercerita 2026 hari 5
podcast keluarga artis
escape
podcast
lyfe
diary




