MUI Jateng Dorong Pembatasan Hiburan Malam untuk Hormati Bulan Ramadan
Agenda Nasional - RRI.CO.ID, Semarang – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah menilai pembatasan aktivitas hiburan malam selama Ramadan merupakan bentuk saling menghargai antarumat beragama. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kekhusyukan ibadah di bulan suci.
Sekretaris MUI Jawa Tengah, Multazam Ahmad, mengatakan pembahasan terkait pembatasan hiburan malam telah dilakukan melalui rapat kebersamaan. Pertemuan tersebut membahas upaya menjaga suasana Ramadan tetap kondusif.
Menurut Multazam, pembatasan tersebut bukan semata-mata melarang aktivitas tertentu. Kebijakan itu dimaksudkan agar seluruh elemen masyarakat dapat saling menghormati, khususnya terhadap umat Islam yang menjalankan ibadah puasa.
“Ya memang kita harus menghargai satu sama lain. Jadi kita harus bisa menjaga kesucian bulan Ramadan ini dan menghargai orang-orang yang berpuasa,” ujarnya saat diwawancarai RRI, Rabu, 25 Februari 2026.
Ia menegaskan Ramadan merupakan momentum introspeksi dan memperbaiki diri. Oleh karena itu, kegiatan yang berpotensi mengganggu kekhusyukan ibadah sebaiknya diminimalkan selama bulan suci.
MUI Jawa Tengah juga mengajak masyarakat untuk menjaga suasana yang aman dan nyaman. Kebersamaan dalam masyarakat majemuk dinilai penting agar Ramadan dapat dijalani dengan damai.
Sementara itu, Pengamat Sosial Universitas Katolik Soegijapranata, Hermawan Pancasiwi, menilai masyarakat perlu menunjukkan kedewasaan dalam menyikapi perbedaan. Ia menekankan pentingnya memahami batasan dalam kehidupan bersama.
“Karena ini masalah hak asasi manusia. Akan tetapi, yang penting adalah kita semestinya sudah menjadi masyarakat yang dewasa,” ungkapnya.




