Orado Jombang Siapkan Liga Domino Pelajar untuk Pembinaan Atlet Muda
JOMBANG, KabarJombang.com – Organisasi Olahraga Domino (Orado) Kabupaten Jombang terus mematangkan langkah pembinaan atlet muda berbasis pelajar. Setelah resmi terbentuk beberapa waktu lalu, kepengurusan Orado di Kota Santri mulai menunjukkan progres nyata melalui program pengembangan berkelanjutan di lingkungan sekolah.
Ketua Orado Jombang, Muhammad Hakam Amarulloh, menegaskan bahwa fokus organisasi kini tidak lagi sebatas mengenalkan cabang olahraga domino, melainkan membangun sistem pembinaan yang terstruktur dan berkesinambungan.
Menurutnya, domino telah berkembang menjadi olahraga strategi yang menuntut konsentrasi tinggi, ketelitian, serta kemampuan berpikir taktis.
“Domino saat ini diposisikan sebagai olahraga berbasis intelektual. Karena itu, pembinaan sejak usia sekolah menjadi prioritas agar lahir atlet-atlet muda yang siap bersaing,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (19/2/2026).
Dalam beberapa bulan terakhir, Orado Jombang aktif menjalin komunikasi dengan sejumlah SMP dan SMA untuk mendorong domino masuk sebagai kegiatan ekstrakurikuler. Program yang ditawarkan tidak hanya sebatas permainan, tetapi dikemas dalam format edukatif melalui pelatihan rutin, workshop strategi, hingga turnamen persahabatan antar pelajar.
Pendekatan tersebut dinilai selaras dengan karakter Jombang sebagai Kota Santri yang menekankan keseimbangan antara pendidikan akademik dan penguatan karakter.
Hakam menambahkan, domino dapat menjadi media pembelajaran sportivitas, kesabaran, serta kemampuan mengambil keputusan secara cepat dan tepat.
Antusiasme pelajar pun mulai terlihat. Sejumlah siswa yang telah mengikuti sesi latihan perdana mengaku tertarik mendalami olahraga ini karena berbeda dari cabang olahraga fisik pada umumnya. Mereka menilai domino memberikan tantangan tersendiri dalam mengasah logika dan strategi.
Ke depan, Orado Jombang menargetkan pembentukan liga pelajar tingkat kabupaten sebagai ajang seleksi dan pembibitan atlet potensial. Dengan pembinaan yang konsisten, organisasi ini optimistis Jombang mampu melahirkan atlet domino berprestasi di tingkat regional maupun nasional.
Langkah tersebut menjadi sinyal bahwa domino di Jombang tidak lagi sekadar permainan rekreatif, melainkan mulai diarahkan sebagai cabang olahraga kompetitif dengan sistem pembinaan yang jelas dan prospek prestasi jangka panjang.




