Pakar: Negara Sekutu AS Tak Akan Dukung Serangan Militer ke Iran
Agenda Nasional - JAKARTA, KOMPAS.TV - Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana memandang langkah Amerika Serikat (AS) melakukan serangan militer ke Iran tidak akan mendapat dukungan dari negara-negara sekutunya.
Pernyataan itu disampaikan Hikmahanto dalam dialog Sapa Indonesia Malam, KompasTV, Sabtu (28/2/2026).
"Sementara kalau negara-negara sekutu Amerika Serikat, saya merasa bahwa mereka tidak akan mendukung tindakan yang dilakukan oleh Amerika Serikat," ungkapnya.
Menurutnya hal itu imbas kebijakan AS di bawah pemerintahan Donald Trump, yang memicu polemik mulai dari tarif dagang hingga ambisi atas Greenland.
"Karena selain ada hubungan kurang baik dengan Amerika Serikat, negara-negara Eropa ini terkait dengan Greenland terkait dengan tarif yang dikenakan terhadap sekutu-sekutunya, dan juga masalah BoP," ujarnya.
"Maka mereka tidak akan dukung, dan mereka justru akan mengutuk, mungkin tindakan dari Israel yang sudah melakukan serangan awal ke Iran dan kemudian juga dibantu oleh Amerika Serikat."
Diberitakan sebelumnya, Presiden Donald Trump memastikan militer AS telah memulai melakukan operasi tempur berskala besar di Iran.
Trump menyebut langkah tersebut dilakukan dalam rangka pencegahan yang membahayakan masyarakat AS.
"Beberapa waktu lalu, militer Amerika Serikat memulai operasi tempur besar-besaran di Iran. Tujuan kami untuk membela rakyat Amerika, dengan melenyapkan ancaman nyata dari rezim Iran," kata Trump dalam keterangannya, Sabtu (28/2).
"Aktivitas mereka yang mengancam secara langsung membahayakan Amerika Serikat, pasukan, pangkalan kami di luar negeri, dan sekutu kami di seluruh dunia," tuturnya.
Lebih lanjut Trump memperingatkan anggota Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dan seluruh polisi Iran untuk segera meletakkan senjata mereka, atau jika tidak akan menghadapi kematian.
"Kepada para anggota Garda Revolusi Islam, angkatan bersenjata, dan seluruh kepolisian, saya menyatakan malam ini bahwa kalian harus meletakkan senjata dan dapatkan perlindungan menyeluruh, atau sebagai alternatifnya, kalian pasti menghadapi kematian," tegas Trump.




