PB IKASI Fokus Tingkatkan Prestasi dan Kerja Sama Pelatihan Anggar
Sumber Foto: Tribunnews.com
Agenda Utama

PB IKASI Fokus Tingkatkan Prestasi dan Kerja Sama Pelatihan Anggar

Agenda Nasional - Ia juga berharap mantan atlet nasional dapat terlibat sebagai pelatih dan mentor untuk mempercepat regenerasi atlet di berbagai daerah.

"Justru di daerah banyak potensi. Yang diperlukan adalah sosialisasi dan penyebaran keilmuan anggar sehingga atlet-atlet muda mendapatkan kesempatan berkembang," katanya.

Perkuat Kerja Sama Internasional

Salah satu tantangan pengembangan anggar nasional adalah minimnya pelatih profesional.

Untuk mengatasi hal tersebut, PB IKASI berencana memperluas kerja sama dengan sejumlah negara, termasuk Korea.

"Pelatih masih kurang. Ke depan akan ada kerja sama dengan luar negeri, termasuk Korea, untuk meningkatkan kapasitas atlet dan pelatih melalui program pelatihan," ujar Agus.

Anggar Harus Meningkat

Sekretaris Jenderal PB IKASI, Mohamad Hekal, menegaskan seluruh jajaran pengurus siap mendukung program ketua umum untuk meningkatkan prestasi sekaligus memperkuat industri anggar.

Menurutnya, peningkatan popularitas anggar di kalangan generasi muda menjadi faktor penting untuk memperluas basis atlet dan mendukung pertumbuhan industri olahraga tersebut.

"Kita perlu meningkatkan awareness dan menggairahkan anggar di kalangan generasi Z. Jika popularitasnya meningkat, industri merchandising akan berkembang dan peminat baru akan bermunculan, yang pada akhirnya melahirkan prestasi-prestasi baru," ujarnya.

Aceh Jadi Model Pembinaan Atlet

Wakil Ketua I PB IKASI, M. Nasir, menyebut Aceh dapat menjadi contoh keberhasilan pembinaan atlet anggar di daerah.

Provinsi tersebut sukses menjadi juara umum cabang anggar pada PON terakhir dan memiliki ekosistem pembinaan yang terus berkembang.

Dari 23 kabupaten/kota di Aceh, sebanyak 17 daerah telah memiliki aktivitas pembinaan anggar.

Bahkan pasca-PON, Aceh kini memiliki gedung khusus anggar yang setiap hari digunakan oleh atlet muda untuk berlatih.

"Kita punya ekosistem anggar yang berkembang. Sehari bisa sampai 100 anak dan remaja berlatih di gedung anggar. Ini menjadi modal penting untuk menjaga regenerasi atlet," katanya.

Nasir berharap kepengurusan baru PB IKASI dapat menyelesaikan berbagai dinamika organisasi sehingga atlet hasil pembinaan daerah memiliki kesempatan untuk melangkah ke level yang lebih tinggi.

"Cita-cita atlet setelah PON adalah SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade. Itu yang harus kita buka jalannya bersama," ujar Nasir.