Pembatalan Penerbangan Internasional di Ngurah Rai Akibat Penutupan Ruang Udara
Agenda Nasional - Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah penerbangan internasional dari Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali mengalami penundaan dan pembatalan akibat penutupan ruang udara di beberapa negara. Meski demikian, operasional bandara secara umum tetap berjalan normal.
PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) menyampaikan pembaruan jadwal penerbangan per Sabtu, 28 Februari 2026 pukul 21.30 WITA.
Juru Bicara Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Gede Eka Sandi Asmadi, menyebutkan bahwa dampak penutupan ruang udara menyebabkan beberapa rute mengalami penyesuaian jadwal.
“Hingga Sabtu (28/2) pukul 21.00 WITA, terdapat sejumlah penerbangan yang telah mengalami penyesuaian jadwal penerbangan,” kata dia dalam keterangan resmi, Sabtu (28/2/2026).
Adapun penerbangan yang terdampak meliputi:
Operasional Bandara Tetap Normal
Perbesar
Manajemen memastikan secara umum operasional penerbangan dan pelayanan kebandarudaraan di Bandara I Gusti Ngurah Rai tetap berjalan normal.
PT Angkasa Pura Indonesia terus berkoordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk maskapai penerbangan untuk pembaruan jadwal dan penanganan penumpang yang sudah berada di bandara.
Koordinasi juga dilakukan dengan AirNav Indonesia untuk memantau kondisi ruang udara terdampak, serta dengan aparatur keamanan guna mengantisipasi situasi di area bandara.
Imbauan untuk Penumpang
Manajemen bandara mengimbau calon penumpang agar secara aktif berkomunikasi dengan maskapai masing-masing untuk mendapatkan informasi terkini terkait jadwal penerbangan.
Sebagai bentuk layanan tambahan, bandara menyediakan help desk di Lantai 2 Terminal Keberangkatan Internasional. Informasi juga dapat diperoleh melalui contact center di nomor 172.
Pihak pengelola bandara memastikan akan terus memberikan pembaruan informasi sesuai perkembangan situasi.
Trump Konfirmasi AS Terlibat dalam Serangan Israel ke Iran
Sebelumnya, Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan ke Iran. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh pejabat tinggi kedua negara.
Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa militer AS telah meluncurkan operasi militer skala besar terhadap Iran. Pernyataan tersebut disampaikan Trump melalui sebuah video yang dibagikan di media sosial.
Dalam pernyataannya, Trump menjelaskan bahwa operasi tersebut dilakukan oleh militer AS dan menargetkan Iran. Ia menyebut bahwa tujuan utama langkah tersebut adalah untuk melindungi rakyat AS.
"Tujuan kami adalah untuk membela rakyat AS dengan menghilangkan ancaman yang akan segera terjadi dari rezim Iran," ujar Trump dalam video tersebut seperti dikutip dari laporan DW.
Trump juga menegaskan komitmennya untuk menghancurkan kemampuan nuklir dan militer Iran. Ia menyatakan bahwa AS tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir.
"Kami akan memastikan Iran tidak memperoleh senjata nuklir," tegasnya.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengumumkan bahwa negaranya telah melancarkan serangan pre-emptif terhadap Iran. Ia menyebut serangan tersebut dilakukan untuk menghilangkan ancaman, namun tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai rincian target maupun bentuk ancaman yang dimaksud.
Pada hari yang sama, saksi mata melaporkan terdengar ledakan di ibu kota Iran, Teheran. Hingga saat ini, belum diketahui secara jelas lokasi maupun sasaran dari ledakan tersebut.
Namun, laporan Associated Press menyebutkan bahwa serangan pertama terjadi di dekat kantor Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei.




