Pemberdayaan UMKM Kalibeji Melalui Program GIAT 15 UNNES
Agenda Nasional - Upaya mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar naik kelas terus dilakukan melalui sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat. Tim GIAT 15 dari Universitas Negeri Semarang (UNNES) menghadirkan program pemberdayaan yang berfokus pada legalitas, digitalisasi, branding, dan digital marketing bagi pelaku UMKM di Desa Kalibeji.
Program ini dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus respons terhadap kebutuhan nyata pelaku usaha desa yang masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam aspek administrasi usaha dan pemasaran produk. Melalui pendekatan partisipatif, tim GIAT 15 melakukan pendampingan langsung agar UMKM memiliki fondasi usaha yang lebih kuat dan berkelanjutan. Salah satu fokus utama kegiatan adalah penguatan legalitas usaha. Tim memberikan sosialisasi dan pendampingan pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB). Legalitas dinilai penting untuk meningkatkan kredibilitas usaha, memperluas akses permodalan, serta membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak.
Selain itu, program juga menitikberatkan pada digitalisasi usaha. Tim GIAT 15 UNNES memberikan pendampingan konkret berupa pembuatan titik lokasi usaha di Google Maps. Melalui pencantuman lokasi di platform tersebut, UMKM menjadi lebih mudah ditemukan oleh konsumen, meningkatkan visibilitas usaha, serta memperkuat kepercayaan pelanggan. Di sisi lain, aspek branding turut menjadi perhatian. Banyak produk lokal memiliki kualitas yang baik, namun belum didukung dengan identitas merek dan kemasan yang menarik. Melalui pendampingan ini, pelaku usaha dibantu dalam perancangan logo, perbaikan desain kemasan, serta penyusunan deskripsi produk yang lebih komunikatif dan informatif.
Untuk memperkuat pemasaran, GIAT 15 UNNES juga memberikan pelatihan digital marketing. Materi mencakup strategi pembuatan konten promosi di media sosial, teknik fotografi produk sederhana menggunakan gawai, serta cara membangun interaksi dengan konsumen secara konsisten. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan visibilitas produk sekaligus mendongkrak penjualan. Melalui program ini, GIAT 15 UNNES berharap UMKM Desa Kalibeji mampu berkembang lebih profesional dan kompetitif. Dengan legalitas yang tertata, pemanfaatan teknologi digital, serta strategi branding dan pemasaran yang tepat, potensi ekonomi kreatif desa diyakini dapat tumbuh secara optimal dan berkelanjutan. Sinergi antara akademisi, pemerintah desa, dan pelaku usaha menjadi kunci dalam mewujudkan UMKM naik kelas. Dari desa, langkah pemberdayaan ini diharapkan mampu memberi kontribusi nyata bagi penguatan ekonomi daerah.




