Penyelidikan Kebakaran Gudang Pestisida Taman Tekno BSD Belum Libatkan Pengelola
Sumber Foto: Kabar6.com
Teknologi

Penyelidikan Kebakaran Gudang Pestisida Taman Tekno BSD Belum Libatkan Pengelola

Penyelidikan Gudang Pestisida di Taman Tekno BSD Belum Sentuh Pengelola

Kabar6 16 Februari 2026

Tangerang Raya, Tangerang Selatan

Kabar6 – Polres Tangerang Selatan (Tangsel) belum menetapkan tersangka kasus kebakaran gudang pestisida di Taman Tekno BSD, Kecamatan Setu. Proses penyelidikan masih berlangsung dan belum memanggil pengelola jasa sewa gudang.

“Tujuh orang yang sudah dimintai keterangan terkait di sini,” kata Kapolres Tangsel, Ajun Komisaris Besar Boy Jumalolo di sekitar lokasi kejadian dikutip Senin (16/2/2026).

**Baca Juga: Penyelidikan Gudang Pestisida di Taman Tekno BSD Belum Sentuh Pengelola

Ia jelaskan ketujuh orang saksi berasal dari kalangan PT Biotek Saranatama penyewa gudang pestisida yang kebakaran. Yakni kalangan karyawan dan manajer operasional perusahaan tersebut.

Boy menyatakan polisi masih mencari apakah ada unsur pelanggaran hukum pidana atau tidak dari peristiwa kebakaran ini. Penyidik Satreskrim Polres Tangsel dibantu Bidang Penegakan Hukum Kementerian telah mengumpulkan serta meneliti sampel residu yang tercecer di tempat kejadian perkara.

“Yang pertama kita mitigasi dulu. Keamanan di wilayah. Jangan sampai masih ada barang berbahaya,” jelasnya seraya buru-buru mengakhiri sesi wawancara ketika dicegat (doorstop) pewarta.

Di lokasi yang sama sebelumnya Boy mendampingi Menteri Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq meninjau sekitar lokasi pergudangan Taman Tekno BSD. Hanif menyebutkan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di kawasan pergudangan Taman Tekno BSD, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bukannya buruk.

“Saya tidak melihat IPAL buruk, tetapi saya tidak melihat ipalnya,” kata Hanif menjawab pertanyaan kabar6.com di lokasi, Jum’at (13/2/2026).

Politikus asal Partai Amanat Nasional itu dari depan gudang milik PT Biotek Saranatama berjalan menelusuri rerumputan menuju Kali Jaletreng. Jalan becek serta terjal dilaluinya hingga dirinya sampai di jembatan.

Hanif terus berbincang dengan Deputi Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup Irjen (Pol) Rizal Irawan. “IPAL-nya tidak ada, jadi tidak mau bisa katakan buruk,” tegasnya. Hanif melihat kesalahan fatal dan lama pembiaran hingga terjadi kasus pencemaran ekosistem.

Menurutnya, untuk setiap kawasan pergudangan khususnya yang menyimpan bahan beracun berbahaya (B3) ada perlakuan khusus. Memiliki IPAL untuk meminimalisir terjadinya pencemaran terhadap lingkungan sekitar.

“Nah ini tentu kesalahan fatal yang tidak boleh dilakukan. Jadi kami dengan teman-teman polri akan mendalami lebih detail, karena sejatinya untuk chemical ini ada perlakuan yang lebih ketat daripada IPAL biasanya,” jelas Hanif.

Manajer Operasional PT Biotek Saranatama, Luki Hasan menyatakan, pihaknya telah menyerahkan data administrasi kelengkapan perizinan usaha ke pemerintah Kota Tangsel maupun kepolisian. Adapun masalah IPAL urusan pengelola Taman Tekno BSD.

“Jadi ini kan tempat penyimpanan saja. Bukan pabrik,” terangnya. Luki bilang pestisida yang ludes terbakar merupakan barang impor dari Cina untuk pembasmi hama tanaman.

Sementara itu hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari pengelola gudang Taman Tekno BSD. Petinggi perusahaan tersebut tampak hadir tapi terlihat menjaga jarak dengan wartawan seperti enggan diwawancarai.

Diketahui, gudang yang menyimpan 20 ton pestisida milik PT Biotek Saranatama di Taman Tekno BSD, Kecamatan Setu, Kota Tangsel kebakaran pada Senin, 9 Februari 2026 sekitar pukul 04.25 WIB kemarin. Bahan kimia padat serta cair yang tersemprot air mengalir ke Kali Jaletreng.

Permukaan air Kali Jaletreng pada pagi itu langsung berubah warnah menjadi putih. Warga sekitar mengendus aroma bau menyengat seperti bahan bakar minyak hingga disinyalir terjadi pencemaran udara.

Kemudian tak berselang lama ribuan jenis ikan mabuk hingga mati. Dampak pencemaran daerah aliran sungai sampai ke daerah Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang.(yud)

Belum Sentuh Gudang Pestisida Pengelola Penyelidikan Taman Tekno BSD

Ikuti Kami

Navigasi pos

Pos sebelumnya Keajaiban Ramadan hadir di Howard Johnson By Wyndham Tangerang

Pos berikutnya BGN Wanti-wanti Peringkat Dapur MBG Bisa Turun Jika IPAL Kurang Layak

Posting Terkait

Mama Muda Akui Bunuh Suami, Polresta Tangerang Lakukan Penyelidikan

Limbah Pestisida Terbakar di Gudang Taman Tekno BSD Capai Empat Truk

Jangan Lewatkan

Mama Muda Akui Bunuh Suami, Polresta Tangerang Lakukan Penyelidikan

Limbah Pestisida Terbakar di Gudang Taman Tekno BSD Capai Empat Truk

Berita Terbaru

Rumah Mewah di Sektor 9 Bintaro Jaya Kebakaran

Titik Lengkap 13 Lokasi Salat Ied Muhamadiyah di Tangsel