Pertamina Siap Masuki Pasar Internasional dengan Ekosistem SAF Global
Agenda Nasional - RRI.CO.ID, Brussel - PT Pertamina (Persero) mempertegas langkahnya dalam membangun ekosistem Sustainable Aviation Fuel (SAF) yang terverifikasi secara global. Langkah strategis tesebut siap untuk merambah pasar internasional, termasuk Eropa dan Asia-Pasifik.
Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina Agung Wicaksono. Ia dalam diskusi panel internasional bertajuk “Behind the Blend: The Producers Making Net-Zero Aviation Possible”.
Diskusi panel berlangsung pada ISCC Global Sustainability Conference 2026 di Brussel, Belgia, Rabu 25 Februari 2026. Dalam forum tersebut, Pertamina berbagi panggung dengan para pemimpin produsen SAF global seperti Neste, EcoCeres, dan Montana Renewables.
“Forum ini mempertemukan produsen SAF global, pelaku industri penerbangan, dan pemangku kepentingan keberlanjutan dunia. Kehadiran Pertamina di forum ini menunjukkan bahwa Indonesia merupakan bagian dari solusi global dalam dekarbonisasi sektor penerbangan,” ujar Agung.
Kehadiran Pertamina pun menegaskan pengakuan global terhadap kapasitas Indonesia. Bukan sekadar pasar, melainkan juga sebagai produsen SAF berbasis limbah yang siap bersaing di industri bahan bakar berkelanjutan internasional.
“Di luar pasar domestik, kami menargetkan pasar penerbangan regional dan global, termasuk Eropa dan Asia-Pasifik. Kami siapkan SAF agar siap ekspor dan mampu bersaing, baik dari sisi spesifikasi teknis, keberlanjutan, maupun standar global,” tambah Agung.
Pertamina memproduksi SAF melalui teknologi co-processing menggunakan minyak jelantah (used cooking oil/UCO) di Green Refinery Cilacap. Kandungan campuran SAF yang diproduksi oleh Pertamina adalah sekitar 2,4%.
Pertamina mencatat perjalanan pengembangan bioavtur ini telah dimulai sejak 2015. Dimulai dengan penelitian katalis domestik dan uji teknis pada pesawat Airbus A320-200 milik maskapai Pelita Air Services.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron mengungkapkan setiap liter melewati rangkaian pengujian kualitas yang ketat. Ini, menurutnya, guna menjaga kualitas produk Pertamina.
“Pertamina menyadari pentingnya kualitas produk. Melalui pengujian berlapis yang diterapkan pada setiap titik serah produk, kami berharap bisa menjaga kualitas produk Pertamina dan memaksimalkan pelayanan Pertamina kepada masyarakat,” kata Baron.




