Pertumbuhan Ekonomi Sulsel Stabil, Namun Inflasi Pangan Perlu Diwaspadai
Sumber Foto: Sonora.id
Ekonomi

Pertumbuhan Ekonomi Sulsel Stabil, Namun Inflasi Pangan Perlu Diwaspadai

Makassar, smartFM - Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan mencatat kinerja ekonomi Sulawesi Selatan tetap tumbuh meningkat pada triwulan IV 2025 dan diprakirakan stabil sepanjang 2026 dengan inflasi yang terjaga.

Kepala Perwakilan BI Sulsel, Rizki Ernadi Wimanda, menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Sulsel menunjukkan tren positif, sejalan dengan perbaikan ekonomi nasional serta kinerja sektor unggulan daerah.

“Ekonomi Sulawesi Selatan pada triwulan IV 2025 tumbuh meningkat dan ke depan diprakirakan tetap stabil dengan inflasi yang terjaga,” ujar Rizki dalam kegiatan Bincang Bareng Media di Makassar, Jumat (20/2/2026).

Pada Januari 2026, inflasi tahunan (year on year/yoy) Sulsel tercatat sebesar 3,50 persen. Secara bulanan (month to month/mtm), Sulsel mengalami inflasi sebesar 0,29 persen, sementara inflasi tahun kalender (year to date/ytd) juga berada di angka 0,29 persen.

Menurut Rizki, inflasi Januari terutama dipengaruhi kenaikan harga sejumlah komoditas pangan, khususnya kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

Komoditas seperti ikan layang, ikan cakalang, ikan bandeng, ikan teri, dan udang basah menjadi penyumbang utama tekanan inflasi.

Meski demikian, sejumlah komoditas hortikultura seperti cabai rawit, cabai merah, dan bawang merah justru mengalami penurunan harga sehingga menahan laju inflasi lebih tinggi.

"Ke depan, risiko inflasi perlu tetap diwaspadai, terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional serta potensi gangguan cuaca yang dapat memengaruhi produksi dan distribusi pangan,” jelasnya.

BI Sulsel bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus memperkuat langkah stabilisasi harga melalui penguatan distribusi antarwilayah, optimalisasi gerakan pangan murah, serta pemanfaatan data neraca pangan dan prakiraan cuaca.

Dari sisi permintaan domestik, tingkat keyakinan konsumen di Sulsel tetap berada pada zona optimis. Hasil Survei Konsumen Januari 2026 menunjukkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) berada di atas level 100, mencerminkan optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun enam bulan mendatang.

Sementara itu, kinerja dunia usaha pada triwulan I 2026 diprakirakan tetap tumbuh positif. Hal ini tercermin dari perkiraan Saldo Bersih Tertimbang (SBT) yang tetap berada pada fase ekspansif, didukung sektor pertanian yang memasuki musim panen.

Rizki menegaskan, untuk menjaga momentum pertumbuhan, diperlukan percepatan realisasi belanja pemerintah daerah, penguatan hilirisasi sektor unggulan, serta dukungan terhadap investasi dan pengembangan UMKM.

“Sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus menjaga stabilitas harga di Sulawesi Selatan,” tutupnya.