Presiden Jokowi Tegaskan Komitmen Indonesia pada Agenda 2030 dalam Forum G20
Presiden Joko Widodo menegaskan pentingnya komitmen terhadap Agenda 2030 dalam forum Leaders' Retreat Sesi II pada Konferensi Tingkat Tinggi G20. Dalam pidatonya, Presiden Jokowi menekankan bahwa negara-negara anggota G20 tidak boleh mundur dari tanggung jawab mereka dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Jokowi menjelaskan bahwa Indonesia telah menunjukkan komitmen yang tinggi terhadap pelaksanaan agenda ini dengan mengambil langkah-langkah konkret. "Saya telah menandatangani Peraturan Presiden dan membentuk Tim Koordinasi Nasional untuk implementasi SDGs," ungkapnya dalam acara yang berlangsung di Hamburg Messe Und Congress.
Selain itu, Indonesia berencana melaporkan kemajuan implementasi Agenda 2030 melalui Voluntary National Review di forum Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang dijadwalkan berlangsung pekan depan.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi juga menegaskan komitmen Indonesia terhadap Paris Agreement, di mana Indonesia berupaya menjadi bagian dari solusi dalam menangani tantangan perubahan iklim. Berbagai langkah antisipasi telah direncanakan, termasuk memperpanjang moratorium pembukaan lahan baru dan membentuk Badan Restorasi Gambut untuk rehabilitasi dua juta hektar lahan gambut dalam lima tahun.
Selanjutnya, untuk mengatasi masalah kebakaran hutan dan lahan, Indonesia berkomitmen melakukan pengurangan sampah dengan program reduce-reuse-recycle yang ditargetkan mencapai 30 persen pada tahun 2025. Selain itu, ada tujuan untuk mengurangi sampah plastik laut sebesar 70 persen dalam periode yang sama.
Dalam hal transisi energi, Presiden Jokowi menekankan pentingnya meningkatkan proporsi energi terbarukan dalam bauran energi nasional. Indonesia juga menargetkan peningkatan penggunaan biofuels, dengan tetap berkomitmen untuk mitigasi perubahan iklim.




