Rakornas Persiapkan Pesparawi Nasional XIV 2026 di Manokwari
Agenda Nasional - Manokwari, (DBK) — Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) bersama Ditjen Bimas Kristen LPPN, LPPD Provinsi se-Indonesia, dan Panitia Pelaksana Pesparawi Nasional XIV digelar di Manokwari, Papua Barat, 26 Februari–1 Maret 2026. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama Jeane Marie Tulung, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Direktur Urusan Agama Kristen Luksen Jems Mayor, menegaskan bahwa Rakornas ini merupakan fase pemantapan dan konsolidasi akhir menjelang pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV pada 18-28 Juni 2026 mendatang.
“Kehadiran kita secara tatap muka hari ini memiliki makna penting. Setelah koordinasi secara daring sebelumnya, kini kita memasuki tahap finalisasi kesiapan penyelenggaraan,” demikian disampaikan dalam sambutan Dirjen yang dibacakan.
Lebih lanjut disampaikan, Pesparawi Nasional bukan sekadar ajang kompetisi paduan suara, melainkan perhelatan iman, seni, dan kebersamaan umat Kristen dari seluruh Indonesia. "Pesparawi menjadi sarana pembinaan dan penguatan persaudaraan, sekaligus wujud kontribusi umat Kristen dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," katanya.
Dalam Rakornas ini, peserta diminta membahas secara detail kesiapan teknis dan substantif panitia pelaksana, peran strategis Lembaga Pengembangan Pesparawi Nasional (LPPN) sebagai panitia pengarah, kesiapan Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) di setiap provinsi, penguatan koordinasi pusat dan daerah, serta strategi kolaboratif dalam menghadapi keterbatasan anggaran. Setiap keputusan yang dihasilkan diharapkan bersifat operasional, terukur, dan memiliki tindak lanjut yang jelas.
Sementara itu, Gubernur Papua Barat dalam sambutannya menyampaikan bahwa penunjukan Papua Barat sebagai tuan rumah Pesparawi Nasional XIV merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Ia menegaskan bahwa Papua Barat layak menjadi tuan rumah, mengingat komitmen daerah dalam menjaga toleransi dan kerukunan umat beragama yang telah beberapa kali mendapat penghargaan Harmoni Award dari Kementerian Agama.
“Tidak salah kalau tahun ini Papua Barat dijadikan tuan rumah Pesparawi Nasional. Ini adalah kesempatan untuk mempererat tali persaudaraan dan memperkuat iman,” ujarnya.
Mengusung tema “Aku Hendak Memuji Tuhan dalam Segala Waktu” (Mazmur 34:2A), Pesparawi menegaskan bahwa puji-pujian kepada Tuhan merupakan ungkapan kasih dan penghormatan kepada Sang Pencipta. Pujian tidak hanya membawa damai dalam hati, tetapi juga mempersatukan umat dalam iman dan pengharapan serta menghadirkan perdamaian dalam kehidupan bersama.
Pembukaan Rakornas ini turut dihadiri oleh Sekretaris Ditjen Bimas Kristen Johni Tilaar, jajaran Panitia PESPARAWI Nasional XIV, Bupati Manokwari Hermus Indou, jajaran Forkopimda Provinsi Papua Barat dan Kabupaten Manokwari, Kabid Pembimas Kristen Kanwil Kemenag Provinsi se-Indonesia serta pimpinan LPPD se-Indonesia.
Melalui Rakornas ini, Kementerian Agama berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah semakin kuat, sehingga Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 dapat terselenggara secara bermartabat, tertib, profesional, dan membawa dampak positif bagi umat dan bangsa.
Diketahui, sebelum pembukaan Rakornas, peserta melakukan peninjauan ke sejumlah venue yang akan digunakan pada pelaksanaan Pesparawi antara lain Universitas Papua, Aula PKK Provinsi Papua Barat, dan Aula Polda Papua Barat. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur, tata kelola teknis, serta kenyamanan peserta dari seluruh provinsi.




