Rusia Menyatakan AS Memiliki Agenda Tersembunyi dalam Isu Palestina
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima sejumlah pesan yang menunjukkan keterlibatan Barat, khususnya Amerika Serikat (AS), dalam proyek yang dianggap "tersembunyi" untuk menghalangi pembentukan negara Palestina yang merdeka.
Dalam konferensi pers setelah pertemuan Forum Kerja Sama Rusia-Arab, Lavrov menyatakan, "Sayangnya, saat ini kami mendengar banyak rumor, dan kami menerima laporan dari sumber anonim bahwa rekan-rekan Barat kita, yang dipimpin Amerika Serikat, sekali lagi merancang semacam proyek khusus, yang tujuannya adalah menenangkan situasi dan mencegah penyatuan antara Gaza dan Tepi Barat."
Dia menambahkan, "Oleh karena itu, pada hakikatnya tujuannya adalah untuk mencegah berdirinya negara Palestina dan menunda semua itu di lain waktu."
Lebih lanjut, Lavrov menyampaikan bahwa kesimpulan utama dari situasi global saat ini adalah adanya potensi untuk menciptakan krisis dan konflik baru. "Hal ini sama dengan ajakan untuk menciptakan krisis lain, konflik lain," ujarnya.
Rusia juga mengajak untuk menerapkan resolusi Dewan Keamanan PBB yang mencakup seruan untuk mendeklarasikan jeda dan koridor kemanusiaan di Gaza, sebagai langkah untuk mengatasi situasi yang semakin memburuk di kawasan tersebut.




