Toyota Kembangkan Game Engine Fluorite untuk Antarmuka Mobil
Agenda Nasional - Kompas.com
Add on Google
Marsha Bremanda,
Reska K. Nistanto
Tim Redaksi
Lihat Foto
Toyota mengumumkan pengembangan game engine miliknya sendiri yang bernama Fluorite. ()
Sumber Gizmochina
KOMPAS.com - Perusahaan pembuat mobil asal Jepang, Toyota mengumumkan pengembangan game engine miliknya sendiri yang bernama Fluorite.
Meski disebut game engine, teknologi ini tidak ditujukan untuk pengembangan game, melainkan untuk mendukung tampilan grafis dan antarmuka (UI) interaktif pada layar di dalam mobil.
Pengembangan game engine Fluorite dilakukan oleh Toyota Connected North America, anak perusahaan Toyota yang bertanggung jawab atas sistem konektivitas dan pengalaman digital di dalam kendaraan.
Toyota menjelaskan, game engine ini dirancang khusus untuk sistem otomotif. Sistem ini umumnya memiliki keterbatasan perangkat keras yang lebih rendah dibandingkan smartphone atau laptop. Karena itu, engine in dibuat ringan.
Baca juga: Toyota Pamer Robot-robot yang Bakal Bertugas di Olimpiade Tokyo 2020
Secara teknis, Fluorite ditulis menggunakan bahasa pemrograman C++ dan dirancang agar bekerja secara erat dengan framework antarmuka lintas platform buatan Google, yaitu Flutter.
Dengan pendekatan ini, pengembang disebut bisa memanfaatkan bahasa Dart dan API tingkat tinggi milik Flutter untuk membangun pengalaman interaktif, termasuk game dan antarmuka (UI) 3D tanpa perlu menggunakan game engine tradisional yang berat.
Tetap optimal di perangkat keras kelas bawah
Menurut Toyota, game engine buatannya telah dioptimalkan agar tetap memberikan performa yang tinggi meski dijalankan pada perangkat keras kelas bawah atau sistem tertanam (embedded system).
Game engine ini mendukung API grafis modern seperti Vulkan, yang membuat sistem memanfaatkan akselerasi perangkat keras secara lebih maksimal dan bisa menghadirkan visual yang menakjubkan.
Toyota menegaskan bahwa pengembangan game engine Fluorite berawal dari kebutuhan membangun antarmuka pengguna (UI) 3D untuk kendaraan masa depan.
Fluorite dilengkapi sejumlah fitur yang mempermudah proses pengembangan. Salah satunya adalah dukungan sistem hot reload. Sistem ini memungkinkan pengembang melihat perubahan dalam waktu singkat tanpa harus menunggu proses kompilasi yang lama.
Sistem game engine turut mendukung model-based trigger areas. Dengan fitur ini, desainer dapat menentukan area sentuh atau klik langsung melalui perangkat lunak desain 3D seperti Blender, tanpa perlu pengaturan tambahan di sisi kode.
Bukan untuk game
Seperti disinggung di atas, Toyota menegaskan bahwa pengembangan game engine Fluorite berawal dari kebutuhan membangun antarmuka pengguna (UI) 3D untuk kendaraan masa depan.
Baca juga: Perusahaan Mesin Game Unity PHK 1.800 Karyawan Global
Toyota sendiri sebelumnya sempat mempertimbangkan penggunaan engine populer seperti Unity, namun menilai solusi tersebut terlalu berat untuk sistem otomotif serta biaya lisensi yang besar.
Karena itu, Toyota memutuskan untuk mengembangkan game engine internalnya sendiri yang dirancang lebih ringan dan sesuai dengan kebutuhan jangka panjang kendaraan.
Fluorite diposisikan sebagai engine open-source dengan fitur lengkap. Toyota berharap, game engine ini bisa dimanfaatkan oleh pengembang independen maupun komunitas, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Gizmochina.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
game engine
toyota
fluorite
Lihat Tekno Selengkapnya
Hard Disk 1 GB Pertama di Dunia Beratnya 29 Kg, Mirip Mesin Mobil
Saat Mesin Pilih Bertahan Hidup: Pelajaran dari AI yang Memeras untuk Tak Dimatikan
Bocoran Harga Game GTA VI, Tembus Rp 2 Juta?
Ubisoft Batalkan 6 Game Baru, Termasuk Prince of Persia dan Assassin’s Creed Mobile
Pilihan Untukmu
Terkini Lainnya
Tidak Ada Air di Luar Angkasa, Peneliti Sudah Punya Solusi untuk Cuci Baju
Hardware
04/06/2026, 19:02 WIB
Acer Iconia Duo S14 Resmi, Tablet yang Bisa Jadi Monitor Kedua
Gadget
04/06/2026, 18:05 WIB
10 HP Flagship Android Terkencang Mei 2026 Versi AnTuTu
Gadget
04/06/2026, 17:05 WIB
Telkom Luncurkan AIcosystem, Wadah Layanan AI dalam Satu Ekosistem
e-Business
04/06/2026, 16:21 WIB
Daftar Lengkap Game Baru PS5 yang Diumumkan Sony di State of Play 2026
Game
04/06/2026, 16:05 WIB
Google Rilis AI Gemma 4 12B, AI Canggih untuk Laptop Tanpa Bergantung Cloud
Internet
04/06/2026, 15:37 WIB
Microsoft Umumkan Surface RTX Spark Dev Box, PC Mini untuk Developer AI
Hardware
04/06/2026, 15:04 WIB
Laptop Nvidia RTX Spark Diuji Main Game AAA dan Edit Video, Ini Hasilnya
Hardware
04/06/2026, 14:02 WIB
Xiaomi 17T Pro Resmi di Indonesia, HP Kamera Leica dengan Harga Mulai Rp 12 Juta
Gadget
04/06/2026, 13:30 WIB
AI Bisa Bantu Kerja, tapi Jangan Sampai Bikin Otak ‘Tumpul’
Internet
04/06/2026, 13:28 WIB
Xiaomi 17T Resmi di Indonesia, Harga Mulai Rp 9 juta dengan Periskop 50 MP
Gadget
04/06/2026, 13:15 WIB
Game God of War Laufey Diumumkan, Angkat Cerita Petualangan Istri Kratos
Game
04/06/2026, 13:04 WIB
Lagi Tren di AS, AI Nagih Utang Lebih Manusiawi
e-Business
04/06/2026, 12:37 WIB
Terpuruk di MPL, RRQ Hoshi Mulai Bersih-bersih Tim
Game
04/06/2026, 12:07 WIB
Honor X7e Resmi, HP Murah dengan Baterai Jumbo 7.500 mAh
Gadget
04/06/2026, 11:24 WIB
1
2
3
Next
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app




