Trump Terapkan Tarif untuk Negara yang Berdagang dengan Iran
Ringkasan
Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah eksekutif pada 6 Feb untuk mengenakan tarif pada barang dari negara yang secara langsung atau tidak langsung membeli, mengimpor, atau memperoleh barang atau jasa apa pun dari Iran, dengan contoh tarif 25 %. Menteri Perdagangan diminta memeriksa keterlibatan perdagangan tersebut dan melaporkan temuan kepada Menteri Luar Negeri.
Ancaman tarif ini pertama kali diumumkan Trump di media sosial pada bulan sebelumnya, ketika Iran tengah dilanda demonstrasi massal.
Sebelumnya, Trump juga mengancam tarif tambahan 10 % hingga 25 % pada delapan negara Eropa terkait kebijakan Greenland, namun keputusan itu dibatalkan setelah pertemuan dengan Sekjen NATO Mark Rutte di Davos pada 21 Jan, di mana kedua pihak sepakat membentuk kerangka kesepakatan masa depan Greenland.
! Ringkasan ini dihasilkan dengan menggunakan AI
Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan mengenakan tarif terhadap negara yang masih berbisnis dengan Iran. Trump juga telah menandatangani perintah eksekutif pada hari Jumat (6/2) untuk menetapkan ancaman tersebut.
Perintah tersebut menyatakan bea masuk bisa dikenakan pada barang dari negara yang secara langsung dan tak langsung membeli, mengimpor, atau memperoleh barang atau jasa apapun dari Iran.
Tidak ada penjelasan berapa kepastian tarif yang akan dikenakan bagi negara yang masih berdagang dengan Iran. Namun, dalam perintah eksekutif, ada angka tarif 25% sebagai contoh.
Trump juga memerintahkan Menteri Perdagangan AS untuk memeriksa apakah suatu negara berdagang secara langsung atau tak langsung dengan Iran. Jika ada temuan, Mendag AS akan melapor kepada Menteri Luar Negeri.
"Termasuk informasi apapun yang relevan dengan temuan tersebut," kata Trump dikutip dari Anadolu, Sabtu (7/2).
Trump pertama kali mengumumkan sanksi tersebut bulan lalu dalam sebuah unggahan media sosial. Iran saat itu masih berada di tengah-tengah demonstrasi massal yang meluas.
Donald Trump kerap kali melontarkan ancaman tarif kepada negara-negara yang dianggap berseberangan kebijakan dengan AS. Bulan lalu, ia mengancam tarif tambahan 10% terhadap delapan negara Eropa yang dinilai menghalani niat AS mencaplok Greenland.
Delapan negara tersebut adalah Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Belanda, Finlandia, dan Inggris Raya. Kedelapannya diancam tarif impor hingga 25%.
Meski demikian, belakangan ia batal menerapkan tarif usai Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte di sela-sela acara World Economic Forum di Davos, Swiss, Rabu (21/1). Trump mengatakan dirinya bersepakat membentuk kerangka kesepakatan masa depan Greenland.




