Agenda Kunjungan Presiden Prabowo ke Mesir untuk Bahas Geopolitik dan Situasi Gaza
Kairo, Mesir - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tiba di Kairo pada Jumat malam, 11 April 2025, setelah menyelesaikan kunjungan kerja di Turki. Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian perjalanan diplomatiknya ke lima negara di Timur Tengah, dengan tujuan utama untuk mencari dukungan dalam rencana evakuasi 1.000 warga Gaza ke Indonesia.
Setibanya di Bandara Internasional Kairo, Prabowo disambut oleh sejumlah pejabat dari Mesir dan Indonesia, serta para diaspora Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di negara tersebut. Di antara pejabat yang hadir adalah Menteri Sektor Bisnis Republik Arab Mesir, Mohamed Ibrahim Ahmad Shimi, Duta Besar RI untuk Mesir, Lutfi Rauf, serta Atase Pertahanan KBRI Kairo, Kolonel Laut (P) Dafris D. Syahruddin.
Konsultasi tentang Geopolitik dan Perdamaian Gaza
Presiden Prabowo dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Mesir, Abdel Fattah El-Sisi, pada Sabtu, 12 April 2025, di Istana Al-Ittihadiyah. Pertemuan ini akan membahas dukungan diplomatik Mesir terhadap rencana Indonesia untuk mengevakuasi warga Gaza serta penyelarasan pandangan mengenai perdamaian di kawasan tersebut.
Dalam pertemuan ini, kepala negara juga akan membahas kerja sama dalam penyaluran bantuan kemanusiaan, termasuk distribusi logistik medis dan operasional kapal rumah sakit KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat yang saat ini ditempatkan di perairan Mesir.
Kunjungan ke Mesir merupakan langkah strategis bagi Prabowo dalam upaya mendapatkan dukungan dari negara-negara Timur Tengah, terutama mengingat Mesir memiliki akses langsung ke Gaza melalui perbatasan Rafah. Sebelumnya, Prabowo menyatakan bahwa Indonesia bersiap untuk mengevakuasi 1.000 warga Gaza, khususnya mereka yang terluka, trauma, atau yatim piatu.
Komitmen Indonesia untuk Rakyat Palestina
Prabowo menegaskan bahwa evakuasi ini bergantung pada persetujuan semua pihak terkait. Ia menjelaskan, "Syaratnya adalah semua pihak harus menyetujui hal ini. Mereka di sini hanya sementara sampai pulih kembali, dan pada saat pulih dan sehat kembali, kondisi Gaza sudah memungkinkan, mereka harus kembali ke daerah asal mereka. Saya kira itu sikap Pemerintah Indonesia."
Presiden juga menyatakan bahwa langkah ini merupakan respons terhadap dorongan dari komunitas internasional yang melihat Indonesia sebagai negara netral dan strategis untuk membantu rakyat Palestina tanpa berpihak dalam konflik yang berlangsung.
Selain menyiapkan rencana evakuasi, Indonesia juga telah mengirimkan bantuan kemanusiaan, termasuk makanan, obat-obatan, dan tenaga medis, ke Gaza dan El Arish. Selain itu, kapal rumah sakit KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat beroperasi di perairan Mesir sebagai bagian dari upaya dukungan kemanusiaan.
“Komitmen kita kepada rakyat Palestina mendorong Indonesia untuk berperan lebih aktif,” tambah Prabowo.




